Wall Street Menguat, Investor Berharap Gencatan Senjata AS-Iran Dapat Bertahan
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat memperpanjang reli pada Kamis waktu AS atau Jumat (10/4/2026) WIB. Hal ini didorong optimisme bahwa gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran dapat bertahan, meskipun harga minyak masih bergerak naik.
Indeks S&P 500 menguat 0,62% ke level 6.824,66, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,83% menjadi 22.822,42. Indeks Dow Jones melonjak 275,88 poin atau 0,58% ke 48.185,80, sekaligus membalikkan kinerja menjadi positif sepanjang 2026 dengan kenaikan 0,25%.
Baca Juga
Iran Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam
Gencatan senjata yang rapuh membuat minyak mentah naik. West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 3% ke $97,87 per barel setelah sempat menembus $100. Sementara Brent naik lebih dari 1% ke $95,92.
Sentimen pasar membaik setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan membuka negosiasi langsung dengan Lebanon. Pernyataan ini membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar terkait eskalasi konflik kawasan.
Reli pasar juga ditopang oleh lonjakan saham Meta Platforms sebesar 2,6% setelah peluncuran model kecerdasan buatan terbaru. Saham defensif turut menguat, termasuk Walmart dan utilitas seperti American Electric Power.
Kenaikan ini melanjutkan reli tajam sehari sebelumnya, ketika tiga indeks utama melonjak lebih dari 2%, dengan Dow mencatat kinerja terbaik sejak April 2025—periode ketika Presiden Donald Trump melunakkan kebijakan tarifnya.
Pada Selasa malam, Trump setuju untuk menghentikan sementara serangan terhadap Iran. Konflik Timur Tengah telah berlangsung selama lima minggu dan mengakibatkan penutupan Selat Hormuz yang sangat penting.
Baca Juga
Trump Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Segera Dibuka
Namun, gencatan senjata "dua sisi" tersebut bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka kembali selat tersebut. Teheran setuju untuk membuka kembali jalur air tersebut selama dua minggu ke depan asalkan semua serangan dihentikan, menurut pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran.
Secara keseluruhan, lalu lintas melalui selat tersebut masih belum membaik sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan, karena hanya beberapa kapal pengangkut barang curah — yang membawa kargo kering dan bukan minyak — yang telah melintasi jalur air utama tersebut.
Pada Rabu, Trump menyatakan bahwa pasukan militer AS akan tetap ditempatkan di dalam dan sekitar Iran sampai Teheran sepenuhnya mematuhi "kesepakatan sebenarnya." Ia memperingatkan bahwa pelanggaran apa pun akan memicu respons militer yang lebih besar daripada yang pernah terjadi sebelumnya.
“Fakta bahwa gencatan senjata ada dan kedua belah pihak menyetujuinya memberi keyakinan pada investor bahwa situasi ini akan terselesaikan dalam jangka panjang,” kata Rick Wedell, kepala investasi di RFG Advisory, seperti dikutip CNBC. Namun ia memperingatkan, semakin lama Selat Hormuz tertutup, semakin panjang dampak gangguan pasokan.

