Israel Klaim Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Tewas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Israel mengklaim telah menewaskan Kepala Keamanan Iran Ali Larijani dalam serangan terbarunya, di tengah eskalasi perang Iran melawan Israel yang kian meluas ke Lebanon dan kawasan Teluk. Klaim tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, sementara militer Israel juga menyatakan telah membunuh komandan pasukan Basij, Gholamreza Soleimani, dalam serangan semalam. Hingga kini, Iran belum memberikan konfirmasi atas klaim tersebut.
Dalam perkembangan yang sama, serangan udara Israel dilaporkan kembali menghantam tiga kawasan di Beirut, sementara militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan baru ke Teheran. Serangan rudal dan drone juga terus mengguncang kawasan yang lebih luas, dengan Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait melaporkan pencegatan serangan udara dalam rangkaian eskalasi terbaru perang tersebut.
Menurut laporan live update Al Jazeera yang terbit 17 Maret 2026, militer Lebanon juga menyatakan satu tentaranya tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan. Di saat yang sama, tekanan diplomatik terhadap sekutu Barat juga menguat, setelah Jerman menegaskan tidak berniat bergabung dalam perang AS–Israel melawan Iran, dan pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa menyebut negara-negara Eropa tidak memiliki “selera politik” untuk mengirim pasukan guna menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang oleh Iran dinyatakan telah ditutup “bagi musuh-musuhnya”.
Laporan media internasional juga menunjukkan bahwa klaim Israel atas tewasnya Larijani masih berada dalam wilayah yang belum terverifikasi penuh. Reuters melaporkan empat pejabat Israel menyebut Larijani menjadi target serangan, tetapi nasib akhirnya masih belum pasti, apakah tewas atau terluka. Reuters juga mencatat Larijani terakhir kali terlihat di depan publik dalam peringatan Quds Day di Teheran.
Baca Juga
Sementara itu, BBC dalam liputan langsungnya menyebut perang telah memasuki fase yang makin kompleks. Selain klaim pembunuhan terhadap Larijani, serangan drone dan roket juga dilaporkan menghantam area sekitar Kedutaan Besar AS di Baghdad untuk kedua kalinya sejak perang pecah. Di sisi lain, Uni Emirat Arab telah membuka kembali wilayah udaranya setelah sempat ditutup akibat ancaman rudal dan drone Iran, sedangkan British Airways menangguhkan sejumlah penerbangan ke Timur Tengah hingga akhir Mei karena ketidakpastian situasi keamanan.
Perkembangan ini mempertegas bahwa perang Iran–Israel tidak lagi terbatas pada serangan dua negara, tetapi telah menjalar menjadi krisis regional yang menyeret Lebanon, Irak, negara-negara Teluk, dan jalur energi strategis dunia. Dengan belum adanya konfirmasi Iran atas nasib Larijani dan belum tampaknya tanda-tanda deeskalasi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah diperkirakan masih akan terus membayangi pasar energi, pelayaran internasional, dan stabilitas keamanan kawasan.

