Trump Tunda Kunjungan ke Beijing, Fokus Tangani Perang Iran
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id —Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan penundaan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, seiring Washington memusatkan perhatian pada eskalasi perang dengan Iran.
Baca Juga
Perang Iran Memanas, Teheran Bantah Klaim Trump soal Negosiasi
Trump sebelumnya dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada akhir Maret untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Xi. Namun rencana itu kini berada dalam ketidakpastian.
“Saya tidak tahu, kami sedang mengerjakannya sekarang,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office pada Senin sore ketika ditanya apakah perjalanan tersebut masih akan dilakukan.
Trump mengatakan Washington telah meminta agar pertemuan tersebut ditunda sekitar satu bulan. Menurutnya, fokus utama pemerintahannya saat ini adalah mengelola konflik yang berkembang di Timur Tengah.
“Kami berbicara dengan China. Saya ingin sekali pergi, tetapi karena perang, saya ingin berada di sini. Saya merasa harus berada di sini,” ujar Trump.
“Jadi kami meminta agar ditunda sekitar satu bulan. Saya menantikan pertemuan dengannya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik.”
Diplomasi di Tengah Bayang-bayang Perang
Penundaan ini terjadi ketika hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia kembali berada dalam fase sensitif. Selain perang Iran, Washington juga baru saja membuka penyelidikan baru terhadap praktik perdagangan Beijing.
Di saat yang sama, konflik di Teluk Persia telah mengangkat kembali isu keamanan energi global, terutama di Strait of Hormuz — jalur laut yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu, Trump bahkan mendesak China untuk membantu Washington membuka blokade de facto Iran terhadap selat tersebut. Beijing sendiri merupakan salah satu pembeli terbesar minyak Iran dan telah menyuarakan penentangan terhadap perang.
Trump menegaskan bahwa menunggu hingga setelah pertemuan puncak dengan Xi untuk membahas isu tersebut akan terlalu terlambat.
Namun pejabat ekonomi AS mencoba meredakan spekulasi bahwa penundaan kunjungan ini berkaitan langsung dengan tekanan Washington terhadap Beijing.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa kemungkinan perubahan jadwal pertemuan lebih bersifat logistik.
“Itu tidak akan ditunda karena presiden menuntut China mengawasi Selat Hormuz,” kata Bessent, yang baru saja bertemu pejabat China di Paris pada akhir pekan.
Sinyal serupa juga datang dari Gedung Putih. Sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan kepada Fox News bahwa “sangat mungkin” pertemuan tersebut memang akan dijadwalkan ulang.
Geopolitik Guncang Agenda Ekonomi
Para analis sebelumnya memperkirakan konflik Iran tidak akan secara langsung menggagalkan rencana pertemuan Trump–Xi. Namun mereka juga memperingatkan bahwa dinamika perang dapat dengan cepat mengubah kalkulasi geopolitik.
Ketegangan ini juga terjadi pada saat Washington membuka front baru dalam persaingan dagang global.
Baca Juga
Dihantui Tekanan Tarif dan Deflasi, China Pangkas Target Pertumbuhan 2026
Pekan lalu, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan terhadap dugaan praktik perdagangan tidak adil oleh China dan lebih dari selusin negara lainnya. Langkah tersebut diambil setelah Supreme Court of the United States membatalkan tarif terbesar yang sebelumnya dikenakan Trump, termasuk pungutan besar atas impor dari China.
Agenda pertemuan Trump–Xi kini berada di persimpangan antara diplomasi ekonomi dan krisis keamanan global.
Di tengah konflik Iran yang terus memicu gejolak harga energi dan ketegangan geopolitik, Washington tampaknya memilih menunda pertemuan strategis dengan Beijing — setidaknya hingga situasi perang menjadi lebih jelas.

