Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas usai Serangan AS-Israel
JAKARTA, investortrust.id – Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah meninggal dunia setelah serangan Amerika Serikat dan Israel, menyusul klaim sebelumnya dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Independent dalam pemberitaan, Minggu (13/2026) menyebutkan bahwa konfirmasi tersebut disampaikan melalui pesan yang diunggah di akun media sosial resmi Khamenei, menandai perkembangan dramatis pasca serangan AS-Israel.
Pernyataan yang dibagikan menggunakan bahasa religius itu berbunyi, “Dengan nama mulia Haidar (Imam Ali), semoga kedamaian tercurah kepadanya. Tanpanya tidak ada langit maupun bumi. Tanpanya tidak ada cinta seperti Zaynab.”
Baca Juga
Unggahan di platform X tersebut dinilai sebagai sinyal pengakuan dari internal kepemimpinan Iran, setelah sebelumnya muncul penyangkalan atas laporan bahwa Khamenei telah tewas.
Konfirmasi dari Iran ini mengikuti pernyataan Presiden Donald Trump yang lebih dulu menyebut bahwa Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Ayatollah Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Iran timur laut, dan dibesarkan dalam keluarga ulama. Ayahnya dikenal sebagai seorang cendekiawan agama yang dihormati. Sejak usia dini, Khamenei telah menempuh pendidikan agama dan kemudian belajar di bawah sejumlah ulama terkemuka, termasuk Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang kemudian menjadi tokoh sentral dan orang kepercayaannya.
Baca Juga
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas, Iran Tegaskan Pemimpin Tertinggi Dalam Keadaan Sehat
Pada dekade 1960-an dan 1970-an, Khamenei mulai aktif di ranah politik sebagai pengkritik vokal Shah Mohammad Reza Pahlavi. Ia beberapa kali ditangkap oleh aparat pemerintah sebelum akhirnya diasingkan pada 1964.
Khamenei memainkan peran penting dalam Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Negara Kekaisaran Iran dan menggantinya dengan Republik Islam Iran. Sejak 1989, ia memimpin sebagai pemimpin tertinggi dan menjadi figur sentral dalam arah politik, militer, dan ideologi negara tersebut

