Harga Minyak ‘Drop’ Hampir 3% Setelah IEA Pangkas Proyeksi Permintaan
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak anjlok. Investor mempertimbangkan penurunan proyeksi permintaan minyak global 2026 oleh International Energy Agency (IEA) terhadap potensi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
Dilansir CNBC, kontrak berjangka minyak mentah Brent pada Kamis (12/2/2026) turun $1,88 atau 2,71% menjadi ditutup di $67,52 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah $1,79 atau 2,77% menjadi menetap di $62,84.
Permintaan minyak global akan meningkat lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya tahun ini, kata IEA pada Kamis, seraya memproyeksikan surplus yang cukup besar meskipun terjadi gangguan yang memangkas pasokan pada Januari.
Patokan Brent dan WTI berbalik arah menjadi negatif setelah laporan bulanan IEA dirilis, setelah sebelumnya mendapat dukungan dari kekhawatiran terkait dinamika AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu bahwa mereka belum mencapai kesepakatan final mengenai langkah selanjutnya terkait Iran, namun negosiasi dengan Teheran akan terus berlanjut.
Trump pada Selasa mengatakan ia mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai. Tanggal dan lokasi putaran perundingan berikutnya belum diumumkan.
Baca Juga
Trump Ancam Pemimpin Iran, Harga Minyak Melambung di Atas 3%
Kenaikan besar persediaan minyak mentah AS membatasi kenaikan harga di awal sesi. Persediaan minyak mentah AS naik 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu, menurut Energy Information Administration (EIA), jauh melampaui kenaikan 793.000 barel yang diperkirakan analis dalam jajak pendapat Reuters.
Data EIA menunjukkan, tingkat utilisasi kilang AS turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4% pada pekan tersebut.

