IEA Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Turun
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak turun pada Selasa (15/4/2025) setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengikuti OPEC dalam memangkas proyeksi permintaan minyak, meskipun penurunan harga dibatasi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan beberapa pengecualian tarif baru.
Baca Juga
Harga Minyak Naik Tipis Setelah OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Akibat Tarif Trump
Minyak mentah Brent turun 21 sen, atau 0,32%, dan ditutup di $64,67 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 20 sen, atau 0,33%, menjadi $61,33 per barel.
Kebijakan perdagangan AS yang berubah-ubah telah menciptakan ketidakpastian bagi pasar minyak global dan mendorong OPEC pada hari Senin untuk menurunkan prospek permintaannya.
IEA juga memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global menjadi 730.000 barel per hari (bph) tahun ini dari sebelumnya 1,03 juta bph, dan menjadi 690.000 bph tahun depan, dengan alasan meningkatnya ketegangan perdagangan.
Sementara itu, bank Swiss UBS memangkas proyeksi harga minyak Brent sebesar $12 menjadi $68 per barel. “Jika perang dagang semakin meningkat, skenario risiko penurunan kami — yaitu resesi yang lebih dalam di AS dan pendaratan keras di China — bisa menyebabkan Brent diperdagangkan di kisaran $40-60 per barel dalam beberapa bulan mendatang,” beber analis UBS Giovanni Staunovo, seperti dikutip CNBC.
BNP Paribas menurunkan ekspektasi harga rata-rata untuk tahun ini dan tahun depan menjadi $58 per barel dari sebelumnya $65.
Dalam pernyataan yang turut membantu menopang harga, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pada hari Jumat bahwa Amerika Serikat dapat menghentikan ekspor minyak Iran sebagai bagian dari rencana Trump untuk menekan Teheran terkait program nuklirnya.
Baca Juga
Data pada hari Senin menunjukkan bahwa impor minyak mentah China pada bulan Maret naik hampir 5% dibandingkan tahun sebelumnya seiring lonjakan kedatangan minyak Iran.
Aset berisiko seperti saham dan minyak juga mendapat dukungan setelah Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan modifikasi atas tarif 25% untuk impor mobil asing dari Meksiko dan tempat lainnya.

