Wall Street Melemah di Tengah Laporan Tenaga Kerja AS yang Solid, Saham Software Bebani Pasar
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada penutupan perdagangan Rabu (11/2/2026) atau Kamis (12/2/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi, mengakhiri reli tiga hari. Laporan pekerjaan Januari yang lebih baik dari perkiraan gagal mendorong penguatan berkelanjutan.
Indeks Dow Jones turun 66,74 poin atau 0,13% dan ditutup di 50.121,40. S&P 500 turun kurang dari satu poin ke 6.941,47. Nasdaq Composite merosot 0,16% menjadi 23.066,47.
Baca Juga
Payroll AS Januari Lampaui Ekspektasi, Pengangguran Turun ke 4,3%
Laporan nonfarm payrolls Januari dari Biro Statistik Tenaga Kerja — yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian pemerintah yang berakhir 3 Februari — menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebesar 130.000 bulan lalu. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan kenaikan 55.000. Angka terbaru juga jauh lebih tinggi dibandingkan Desember yang direvisi turun menjadi 48.000.
Tingkat pengangguran tercatat 4,3%, sedikit di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 4,4%.
Meski laporan tersebut menunjukkan kenaikan pekerjaan terkuat dalam lebih dari setahun, pertumbuhan tetap terkonsentrasi di beberapa sektor saja, terutama sektor terkait kesehatan yang menambah 124.000 posisi — dua kali lipat pertumbuhan normal pada 2025. Selain itu, masih ada bayang-bayang revisi turun di pasar tenaga kerja, terutama setelah setiap bulan pada 2025 mengalami penyesuaian ke bawah. Dengan revisi tahunan dan penyesuaian bulanan, rata-rata pertumbuhan pekerjaan tahun lalu hanya 15.000 per bulan.
“Ini secara umum merupakan tanda yang baik, seperti yang diharapkan, tetapi kita jelas belum sepenuhnya keluar dari tekanan di pasar tenaga kerja. ‘Bergerak ke arah yang benar’ mungkin deskripsi yang lebih tepat. Tingkat pengangguran perlahan membaik, tetapi masih banyak tanda bahwa pasar tenaga kerja tetap sangat lemah,” urai Rick Wedell, CIO RFG Advisory, seperti dikutip CNBC.
Wedell mencontohkan rendahnya tingkat pekerja yang mengundurkan diri. “Dalam lingkungan seperti ini, jelas bahwa kita masih jauh sebelum pasar tenaga kerja dapat dianggap ‘solid’,” tambahnya.
Bergejolak
Imbal hasil Treasury sempat melonjak setelah laporan dirilis karena awalnya memicu optimisme investor bahwa ekonomi berada di jalur yang kuat. Pada level tertinggi sesi, Dow sempat naik lebih dari 300 poin atau 0,6%, S&P 500 naik 0,7%, dan Nasdaq melonjak 0,9%. Namun, peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve berkurang, yang mungkin meredam antusiasme tersebut.
Laporan pekerjaan ini menyusul data konsumen yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis Selasa. Laporan tersebut menunjukkan belanja konsumen pada Desember stagnan, meleset dari ekspektasi kenaikan 0,4% bulanan.
“Setelah periode panjang proyeksi ekonomi yang lesu akibat melemahnya pasar tenaga kerja, data ini memberikan poin solid di sisi pertumbuhan ekonomi yang kuat, pasar tenaga kerja yang membaik, dan pertumbuhan upah yang dapat menopang belanja konsumen,” kata Brad Smith, manajer portofolio Janus Henderson Investors. The Fed, menurut dia, akan mempertimbangkan hal ini dalam keputusan bulan depan. Dengan pendekatan wait-and-see berbasis data, ini kemungkinan akan mendorong keputusan untuk tetap menahan suku bunga.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Sebut Ekonomi AS Solid
Saham perangkat lunak, yang menjadi pendorong utama aksi jual pekan lalu di tengah kekhawatiran gangguan dari kecerdasan buatan, kembali tertekan. Salesforce turun 4%, sementara ServiceNow merosot 5%. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) turun lebih dari 2%, hampir 30% di bawah level tertinggi 52 minggu. Dana tersebut memasuki wilayah pasar bearish bulan lalu.
Sebaliknya, saham-saham yang diuntungkan oleh percepatan ekonomi serta yang terlibat dalam pembangunan pusat data AI menguat. Saham penyedia infrastruktur digital Vertiv melonjak 24% setelah membukukan laba kuartal keempat di atas ekspektasi dan memberikan prospek kuat untuk 2026. Saham Caterpillar, GE Vernova, dan Eaton juga ditutup menguat.

