Wall Street 'Drop' setelah Trump Nominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, Saham Teknologi Tekan Pasar
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Jumat waktu AS atau Sabtu (31/1/2026) WIB, dengan saham teknologi masih berada dalam tekanan.
Indeks S&P 500 turun 0,43% dan ditutup di level 6.939,03, mencatatkan penurunan selama tiga hari berturut-turut. Meski demikian, S&P 500 masih berhasil mencatatkan kenaikan pada Januari, terlepas dari kerugian pada Jumat dan volatilitas sepanjang bulan ini.
Dow Jones Industrial Average turun 179 poin atau 0,36% menjadi 48.892,47. Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi berkinerja paling buruk dengan penurunan 0,94% ke level 23.461,82. Ketiga indeks sempat turun lebih dari 1% pada level terendah sesi.
Baca Juga
Wall Street Mayoritas Melemah, Saham Microsoft Terjun Hampir 10%
Investor mencermati pilihan Presiden Donald Trump atas Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve. “Saya telah mengenal Kevin sejak lama, dan saya tidak ragu dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua The Fed terhebat, mungkin yang terbaik,” komentar Trump dalam unggahan di Truth Social.
Penunjukan Warsh dipandang dapat meredakan kekhawatiran terkait independensi The Fed, mengingat pengalamannya sebagai gubernur bank sentral dan sikapnya yang pada beberapa kesempatan tegas terhadap inflasi. Meski ia kemungkinan akan mendorong penurunan suku bunga dalam jangka pendek sesuai keinginan Trump, pasar keuangan menilai Warsh sebagai sosok yang tidak selalu mengikuti arahan presiden dan tetap menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
Dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan stabil, menandakan investor tampak puas dengan pilihan Trump.
Baca Juga
Trump Nominasikan Sosok Pro Kripto Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed
“Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed persis seperti yang diharapkan pasar, karena ia dikenal sebagai figur yang stabil, dikenal luas di kalangan pasar, dan diperkirakan akan menjaga independensi bank sentral, yang sangat penting bagi pasar. Yang terpenting, Warsh menghadapi sedikit hambatan untuk mendapatkan persetujuan Senat,” urai Richard Saperstein, chief investment officer Treasury Partners, seperti dikutip CNBC.
Spekulasi Pasar
Namun, faktor lain menekan pergerakan saham. Harga emas spot dan perak masing-masing anjlok sekitar 9% dan 28%. Dalam setahun terakhir, kontrak berjangka emas dan perak masing-masing telah melonjak sekitar 67% dan 142%.
Investor ritel berbondong-bondong masuk ke perdagangan logam mulia, terutama dalam beberapa pekan terakhir ketika gelembung spekulatif terbentuk. iShares Silver Trust (SLV), instrumen populer di kalangan trader individu, anjlok lebih dari 28% pada sesi Jumat, mencatatkan hari terburuk sepanjang sejarahnya. Menurut kepala strategi pasar Miller Tabak, Matt Maley, pergerakan tersebut mengindikasikan aksi jual paksa, mengingat fundamental jarang berubah secepat itu.
“Ini merupakan aset terpanas bagi day trader dan trader jangka pendek belakangan ini,” kata Maley. “Ada leverage yang terbangun di perak. Dengan penurunan tajam hari ini, margin call pun bermunculan.”
Di sisi lain, investor terus mencermati laporan keuangan perusahaan.
Saham Apple bergerak fluktuatif meskipun membukukan kinerja kuartal pertama fiskal yang melampaui ekspektasi dan melaporkan lonjakan signifikan penjualan iPhone. Hal ini menyusul kejatuhan saham Microsoft sebesar 10% pasca laporan keuangan pada Kamis, yang menjadi hari terburuknya sejak 2020 dan menghapus kapitalisasi pasar lebih dari US$350 miliar. Saham KLA Corp anjlok lebih dari 15% pada Jumat setelah proyeksinya mengindikasikan perlambatan pertumbuhan.
Namun, di luar sektor teknologi, saham Verizon melonjak hampir 12%, mencatatkan hari terbaik sejak 2008. Raksasa telekomunikasi itu melampaui ekspektasi analis dan memberikan proyeksi laba setahun penuh yang kuat.
Meski melemah pada Jumat, indeks-indeks utama tetap mencatatkan kinerja positif secara bulanan. S&P 500 dan Dow masing-masing naik 1,4% dan 1,7% sepanjang Januari, sementara Nasdaq menguat 1%. Indeks Russell 2000 yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil melonjak lebih dari 5% sepanjang bulan.

