Efek Warsh dan Trump, Bitcoin Sempat Melemah Lalu Balik Arah Pagi Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin sempat tertekan dalam pada perdagangan Rabu (22/4/2026) dini hari seiring dinamika pasar global dan pernyataan calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, terkait arah suku bunga. Namun, pada Rabu pagi, aset kripto nomor wahid tersebut mulai menunjukkan pemulihan.
Bitcoin sebelumnya diperdagangkan di bawah level US$ 77.000 dan sempat turun sekitar 0,6% setelah pernyataan Warsh dalam sidang Komite Perbankan Senat pada 21 April. Tekanan terjadi seiring pasar mencermati sikap kebijakan moneter serta isu independensi The Fed dari pengaruh politik.
Warsh menegaskan bahwa dirinya tidak mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk menentukan arah suku bunga. Ia juga menolak memberikan komitmen terkait kebijakan suku bunga ke depan, menegaskan pentingnya independensi bank sentral.
Di sisi lain, Trump kembali menyuarakan keinginannya agar suku bunga segera diturunkan, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi politik dalam kebijakan moneter.
Sentimen tersebut turut menekan pasar keuangan secara luas. Indeks saham utama AS seperti Nasdaq dan S&P 500 masing-masing melemah sekitar 0,5%, sementara saham-saham terkait kripto mencatat penurunan lebih dalam.
Baca Juga
Pernyataan Trump Guncang Bitcoin, Berikut Lima Kasus yang Sebabkan Reli dan Kejatuhan
Meski demikian, Bitcoin mulai pulih pada perdagangan Rabu pagi, didorong oleh optimisme bahwa arah kebijakan moneter ke depan berpotensi lebih longgar. Pelaku pasar menilai peluang pelonggaran suku bunga dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk kripto.
Selain itu, mengutip Coinmarketcap, Rabu (22/4/2026) pernyataan Warsh yang menyebut aset digital telah menjadi bagian dari sistem keuangan turut memperkuat sentimen jangka panjang terhadap kripto. Ia juga diketahui memiliki eksposur pada berbagai proyek kripto dan keuangan terdesentralisasi.
Analis menilai, jika kebijakan moneter ke depan cenderung lebih akomodatif, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren kenaikan dan kembali menguji level psikologis US$ 100.000 pada paruh kedua 2026.
Baca Juga
Di Eropa, Layanan Kripto Jadi Senjata Baru Bank Akuisisi Nasabah
Menilik data Coinmarketcap, Rabu pukul 07.40 WIB, harga Bitcoin menunjukkan pemulihan setelah sempat berfluktuasi pada dini hari. Berdasarkan data pasar, Bitcoin tercatat naik 0,51% dalam 24 jam ke level US$76.326,13. Sepanjang periode tersebut, pergerakan harga terlihat volatil, sempat menyentuh area di bawah US$ 75.000 sebelum kembali menguat mendekati level US$ 76.500.
Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$ 1,52 triliun dengan volume transaksi harian sebesar US$ 36,54 miliar. Meski harga menguat, volume perdagangan justru turun 5,61%, mengindikasikan adanya sikap wait and see dari pelaku pasar.
Sementara itu, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 2,34%, mencerminkan likuiditas yang masih terjaga di tengah pergerakan harga yang fluktuatif.
Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar telah mencapai 20,01 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, menunjukkan bahwa mayoritas pasokan aset ini sudah berada di pasar.
Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir memperlihatkan tekanan yang sempat terjadi pada sesi dini hari, sebelum akhirnya rebound pada pagi hari. Pola ini mengindikasikan adanya aksi beli setelah penurunan (buy on dip) oleh investor.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai sentimen global, termasuk arah kebijakan moneter dan kondisi pasar keuangan, yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset kripto dalam jangka pendek.

