Trump Tunjuk Kevin Warsh Gantikan Powell, Ini Reaksi ‘Greenback’
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Dolar Amerika Serikat menguat pada Jumat (30/1/2026) setelah mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh dipilih sebagai ketua The Fed berikutnya, serta seiring mata uang AS pulih dari aksi jual tajam awal pekan. Aksi itu dinilai analis terlalu berlebihan dalam jangka pendek.
Presiden Donald Trump menunjuk Warsh untuk memimpin bank sentral AS ketika masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei. Warsh dipandang cenderung mendukung suku bunga yang lebih rendah, namun tidak seagresif dengan beberapa kandidat potensial lainnya.
Baca Juga
Trump Nominasikan Sosok Pro Kripto Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed
Marc Chandler, kepala strategi pasar Bannockburn Global Forex, mengatakan penguatan dolar pada Jumat setidaknya sebagian didorong oleh penyesuaian posisi menjelang pengumuman tersebut.
“Dolar telah sangat jenuh jual dalam momentum jangka pendek,” ujar Chandler, seperti dilansir CNBC. Warsh hanyalah satu orang. “Tidak ada konsensus untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan jika terjadi satu atau dua pemangkasan di akhir tahun, seperti yang disiratkan dot plot Desember,” tambahnya.
Proyeksi pembuat kebijakan yang dirilis setelah pertemuan The Fed pada Desember menunjukkan ekspektasi median untuk satu kali pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin persentase tahun ini.
The Fed pada Rabu menahan suku bunga, sesuai ekspektasi luas, di tengah apa yang digambarkan Ketua Jerome Powell sebagai kondisi ekonomi yang solid dan risiko inflasi serta ketenagakerjaan yang menurun, sebuah pandangan yang dapat menandakan penantian panjang sebelum penurunan biaya pinjaman lebih lanjut.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Sebut Ekonomi AS Solid
Pelaku pasar kontrak berjangka suku bunga Fed memperkirakan total pemangkasan sebesar 52 basis poin tahun ini, dengan penurunan pertama sebesar 25 basis poin kemungkinan terjadi pada Juni.
“Reaksi pasar terhadap pencalonan Kevin Warsh oleh Donald Trump sebagai Ketua The Fed berikutnya secara umum konsisten dengan pandangan kami bahwa presiden telah membuat pilihan yang relatif aman. Persepsinya adalah Warsh bukan sosok yang sepenuhnya berada di bawah kendali presiden dan tidak akan semakin menggerus independensi The Fed serta memicu kekhawatiran depresiasi mata uang,” urai John Higgins, kepala ekonom pasar Capital Economics.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, naik 0,79% menjadi 96,93, sementara euro turun 0,79% ke US$1,1874.
Dolar juga menambah penguatan setelah data pada Jumat menunjukkan harga produsen AS naik lebih besar dari perkiraan pada Desember, dengan pelaku usaha tampak meneruskan kenaikan biaya akibat tarif impor.
Sementara itu, Trump pada Kamis mendukung kesepakatan anggaran yang dinegosiasikan Partai Republik dan Demokrat di Senat AS untuk menghindari penutupan pemerintahan, meski ia mengakui risiko tersebut masih ada, di tengah negosiasi lanjutan terkait pembatasan kewenangan agen imigrasi.
Kekhawatiran geopolitik tetap menjadi fokus. Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia berencana berbicara dengan Iran, meskipun AS mengirim kapal perang tambahan ke Timur Tengah dan Kepala Pentagon Pete Hegseth menyatakan militer siap melaksanakan keputusan apa pun dari presiden.
Yen Jepang melemah 0,89% terhadap dolar AS ke level 154,49 per dolar. Namun, greenback masih berada di jalur pelemahan mingguan sebesar 0,8% terhadap yen.
Yen sebelumnya menguat tajam dalam sepekan terakhir setelah para pembuat kebijakan Jepang mengisyaratkan kemungkinan intervensi terkoordinasi di pasar valuta asing dengan Amerika Serikat untuk menopang mata uang yang sempat terpuruk ke level terendah hampir 18 bulan.
Departemen Keuangan AS tidak lagi menyerukan Bank of Japan untuk terus menaikkan suku bunga dalam laporan nilai tukar terbarunya kepada Kongres, dengan menghapus referensi tersebut yang sebelumnya muncul dalam laporan enam bulan lalu.

