Indeks Nikkei Melemah Jelang Tenggat Tarif Trump, Pasar Asia Pasifik Bergerak Bervariasi
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian melemah pada hari Senin (7/7/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif "resiprokal", yang pertama kali diumumkan pada bulan April, akan mulai berlaku pada 1 Agustus bagi negara-negara yang belum mencapai kesepakatan.
Baca Juga
‘Deadline’ Makin Dekat, AS Akan Kirim Surat Pemberitahuan Tarif ke Mitra Dagang Global
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan pada hari Minggu bahwa tarif yang diperkenalkan pada bulan April akan diberlakukan mulai 1 Agustus untuk negara-negara yang belum merampungkan kesepakatan dengan pemerintahan Trump. Meskipun Bessent menepis anggapan bahwa 1 Agustus merupakan tenggat baru, ia mengakui bahwa tanggal tersebut dapat memberi waktu tambahan bagi mitra dagang untuk merundingkan kembali ketentuan tarif.
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melemah 0,53% sementara Topix turun 0,57%. Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,19% dan Kosdaq - indeks saham berkapitalisasi kecil - menguat 0,16%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah tipis 0,11%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,61%, dan indeks CSI 300 di Tiongkok daratan turun 0,12%.
Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memulai pertemuan dua harinya, di mana secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,60%.
Futures saham AS melemah setelah Trump mengonfirmasi bahwa tarif akan mulai berlaku pada 1 Agustus, bukan 9 Juli. Futures Dow Jones Industrial Average turun 146 poin atau 0,32%. Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing melemah 0,39% dan 0,42%.
Baca Juga
Pada Jumat lalu di AS, ketiga indeks utama ditutup menguat. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi baru dan menutup pekan dengan kinerja positif, seiring dimulainya musim laporan keuangan kuartal ketiga yang menjanjikan dari sektor perbankan. Nasdaq Composite naik 0,33% dan ditutup di 18.342,94, kurang dari 2% dari rekor tertingginya sepanjang masa.

