'Hype' Emas dan Perak Salip Kripto, Awas Risiko FOMO di Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Diskusi di media sosial terkait emas dan perak tercatat mengungguli percakapan tentang aset kripto hampir sepanjang Januari 2026, seiring lonjakan harga logam mulia yang menarik minat investor ritel. Data tersebut diungkapkan platform intelijen pasar Santiment melalui analisis Sanbase.
Pertama, Santiment mencatat diskusi tentang emas mendominasi media sosial pada 8–18 Januari setelah harga emas mencetak rekor baru. Sementara perak menjadi aset paling banyak dibicarakan pada 1–6 Januari dan kembali melonjak pada pekan terakhir bulan ini saat harganya menembus level tertinggi sepanjang masa.
Kedua, minat terhadap kripto sempat kembali menguat pada 19–22 Januari ketika investor mencoba memanfaatkan koreksi harga (buy the dip). Namun secara keseluruhan, perhatian investor ritel cenderung beralih ke emas dan perak, menandai pergeseran minat lintas aset, tidak hanya antarsektor di dalam kripto.
Baca Juga
Sentuh Level Tertinggi, Emas Antam (ANTM) Naik Rp 52.000 Dekati Rp 3 Juta
Ketiga, Santiment memperingatkan bahwa lonjakan minat ritel terhadap perak disertai fenomena fear of missing out (FOMO) kerap menjadi sinyal potensi puncak harga. Hal ini tercermin ketika harga perak melonjak di atas US$ 117,7 sebelum terkoreksi tajam ke bawah US$ 103 dalam hitungan jam. Meski demikian, data Google Trends menunjukkan minat pencarian terhadap kripto dan Bitcoin masih relatif kuat, meskipun kalah dominan dibandingkan logam mulia dalam percakapan media sosial.
Harga emas melonjak lebih dari 3% dan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ketidakpastian hingga melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) mendorong permintaan aset safe haven, sehingga mendorong laju harga emas.
Pada perdagangan Selasa (27/1/2026), harga emas dunia naik 3,48% di level US$ 5.188,95 per troy ons, menjadikan ini penutupan tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di US$ 5.189,89 per troy ons. Hanya butuh beberapa poin saja harga emas menembus level psikologis baru US$ 5.200 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Rabu (28/1/2026) hingga pukul 06.25 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,50% di posisi US$5.162,79 per troy ons. Penguatan harga emas tersebut memperpanjang reli harga emas selama tujuh hari beruntun dengan penguatan 9,14%.
Senada, harga perak dunia terus melanjutkan reli ke level baru pada Rabu ini. Dipantau dari laman Kitco, Rabu (28/1/2026) harga perak terpantau menguat 1,47% ke level US$ 113,73 per troy ons.
Baca Juga
Aset ‘Safe Haven’ Makin di Depan, Emas Dekati Level US$ 5.000, Perak Cetak Rekor Baru
Pergerakan harga perak mencatat salah satu sesi paling dramatis dalam sejarah perdagangan logam mulia pada Senin (26/1/2026). Dalam kurun waktu hanya sekitar 14 jam, kapitalisasi pasar perak tercatat berayun mendekati US$2 triliun, mencerminkan tingkat volatilitas yang sangat jarang terjadi di pasar komoditas global.
Lonjakan dan koreksi tajam ini memicu perhatian luas dari pelaku pasar, analis, hingga investor institusi, yang mulai mempertanyakan apakah peristiwa ini akan menjadi tolok ukur baru dalam mengukur volatilitas pasar logam mulia ke depan.

