Trump Sebut ‘Armada Besar’ Menuju Iran, Harga Minyak Melonjak
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak mentah melonjak pada Rabu (28/1/2026), setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Iran bahwa sebuah “armada besar” sedang bergerak menuju negara tersebut. Ia mengingatkan, waktu semakin menipis untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir.
Baca Juga
AS Kirim Armada ke Iran dan Jatuhkan Sanksi Baru, Harga Minyak Melonjak Hampir 3%
Dikutip dari CNBC, minyak acuan global Brent naik 83 sen atau 1,23% dan ditutup di level US$68,40 per barel. Minyak mentah AS naik 82 sen atau 1,31% menjadi US$63,21 per barel.
“Sebuah armada besar sedang menuju Iran. Armada itu bergerak cepat, dengan kekuatan besar, antusiasme, dan tujuan yang jelas,” tulis Trump dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social.
Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command) mengatakan pada Senin bahwa kelompok tempur kapal induk Abraham Lincoln telah tiba di Timur Tengah “untuk mendorong keamanan dan stabilitas kawasan.”
Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran jika negara tersebut membunuh para pengunjuk rasa selama pemberontakan massal awal bulan ini. Ribuan orang dilaporkan tewas setelah Republik Islam tersebut melakukan penindakan keras terhadap kerusuhan. Namun sejauh ini, presiden AS tersebut masih menahan diri dari intervensi militer.
Baca Juga
Kelompok HAM Sebut Korban Tewas di Iran Lebih dari 3.000, Khamenei Salahkan Trump
Trump mengatakan armada yang dikerahkan ke Timur Tengah lebih besar dibandingkan kekuatan yang ia perintahkan ke kawasan Karibia sebelum AS menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
“Seperti halnya Venezuela, armada itu siap, bersedia, dan mampu menjalankan misinya dengan cepat dan penuh kekerasan, jika diperlukan,” beber Trump mengenai kelompok tempur kapal induk tersebut dalam unggahan media sosial pada Selasa.
Ia kembali menyerukan agar Teheran membuat kesepakatan terkait program nuklirnya.
“Waktu hampir habis, ini benar-benar krusial! Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya kepada Iran, Buatlah kesepakatan!,” kata Trump.
Presiden juga memperingatkan Iran bahwa kemungkinan serangan berikutnya akan lebih buruk dibandingkan pengeboman yang ia perintahkan pada Juni lalu terhadap fasilitas nuklir Republik Islam tersebut. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan biarkan itu terjadi lagi,” ancamnya.

