AS Kirim Armada ke Iran dan Jatuhkan Sanksi Baru, Harga Minyak Melonjak Hampir 3%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak melonjak pada Jumat (24/1/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi baru terhadap kapal-kapal pengangkut minyak Iran, serta mengumumkan bahwa sebuah armada militer sedang menuju negara Timur Tengah itu.
Pernyataan Trump kembali memperingatkan Teheran agar tidak membunuh para pengunjuk rasa atau menghidupkan kembali program nuklirnya. Eskalasi tekanan ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak di Timur Tengah. Kazakhstan juga tengah berjuang untuk memulihkan produksi dari salah satu ladang minyak terbesar di dunia.
Baca Juga
Kelompok HAM Sebut Korban Tewas di Iran Lebih dari 3.000, Khamenei Salahkan Trump
Dikutip dari CNBC, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik US$1,82 atau 2,84% dan ditutup pada US$65,88 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,71 atau 2,88% menjadi US$61,07 per barel.
Kapal perang, termasuk sebuah kapal induk dan kapal perusak berpemandu rudal, akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, menurut seorang pejabat AS. Amerika Serikat sebelumnya telah melancarkan serangan ke Iran pada Juni lalu.
Pada Jumat, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap sembilan kapal dan delapan perusahaan terkait yang terlibat dalam pengangkutan minyak dan produk minyak Iran, demikian pernyataan Departemen Keuangan AS.
Dengan produksi sekitar 3,2 juta barel per hari menurut data OPEC, Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar keempat di OPEC setelah Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. Iran juga merupakan eksportir utama ke China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.
Chevron mengatakan produksi minyak di ladang Tengiz di Kazakhstan belum kembali pulih setelah operator Tengizchevroil yang dipimpin Chevron mengumumkan penghentian operasi pada Senin menyusul kebakaran.
Insiden tersebut memperburuk masalah industri minyak Kazakhstan, yang sudah menghadapi hambatan di jalur ekspor utamanya di Laut Hitam, yang rusak akibat serangan drone Ukraina.
JP Morgan mengatakan pada Jumat bahwa Tengiz, yang menyumbang hampir setengah produksi Kazakhstan, bisa tetap berhenti beroperasi hingga akhir bulan, dan produksi minyak mentah Kazakhstan kemungkinan hanya akan rata-rata 1 juta hingga 1,1 juta barel per hari pada Januari, dibandingkan tingkat normal sekitar 1,8 juta barel per hari.
Harga minyak sempat naik awal pekan ini akibat langkah Trump terkait Greenland, namun turun sekitar 2% pada Kamis setelah ia menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa dan menyingkirkan opsi aksi militer.
Baca Juga
Trump mengatakan pada Kamis bahwa Denmark, NATO, dan AS telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan “akses penuh” ke Greenland.

