Trump di Davos: AS Tak Akan Gunakan Kekuatan untuk Ambil Greenland, Dahulukan Negosiasi
Poin Penting
|
DAVOS, Investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington menginginkan “negosiasi segera” terkait Greenland. Disampaikan pula oleh Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan untuk memperoleh pulau tersebut.
Hal ini disampaikan Trump dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos, Rabu (21/1/2026). Dalam kesempatan tersebut ia menyebut Greenland memiliki nilai strategis yang sangat penting dan dapat memainkan “peran dalam perdamaian dunia dan perlindungan dunia”. Ia pun menggambarkan permintaannya sebagai “permintaan yang sangat kecil” jika dibandingkan dengan kontribusi Amerika Serikat kepada NATO selama beberapa dekade.
“Anda bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargainya. Atau Anda bisa mengatakan tidak, dan kami akan mengingatnya,” ujarnya.
Sepanjang pidatonya, Trump juga menyampaikan klaim bahwa Amerika Serikat pernah “mengembalikan” Greenland kepada Denmark setelah Perang Dunia II.
“Kami sebenarnya sudah memilikinya sebagai perwalian, tetapi dengan hormat kami mengembalikannya kepada Denmark tidak lama setelah itu,” katanya. Klaim ini oleh banyak kalangan dinilai tidak berdasar, mengingat Greenland telah menjadi bagian dari Kerajaan Denmark selama berabad-abad.
Amerika Serikat memang pernah membangun pangkalan militer di sana selama Perang Dunia II berdasarkan perjanjian keamanan, namun tidak pernah memiliki wilayah tersebut. Pada 1946, Presiden Harry Truman sempat mengajukan proposal pembelian Greenland, tetapi ditolak oleh Denmark.
Masih dalam kesempatan yang sama, Trump menekankan peran Amerika Serikat dalam Perang Dunia II sebagai penentu kemenangan.
“Tanpa kami, Anda mungkin akan berbicara dalam bahasa Jerman dan Jepang,” katanya.
Ia menyebut AS harus turun tangan dengan biaya besar untuk mengamankan Greenland dan membangun pangkalan militer. Trump kemudian memaparkan visi futuristik dengan menyatakan keinginannya membangun “Golden Dome terbesar yang pernah dibangun” di Greenland untuk melindungi dari ancaman nuklir, sekaligus melindungi Kanada.
Ia menyebut Kanada “mendapat banyak keuntungan gratis dari kami” dan mengatakan kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney agar “bersyukur”. Bahkan, Trump berseloroh agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak mengklaim teknologi Golden Dome tersebut, dengan menegaskan bahwa teknologi itu adalah milik Amerika.
Bergeser ke isu NATO dan Eropa, Trump melontarkan kritik keras terhadap aliansi tersebut dan para pemimpin Eropa. Ia menyatakan, “Kami memberi begitu banyak, dan kami mendapatkan sangat sedikit sebagai balasannya… kematian, gangguan, dan uang tunai dalam jumlah besar yang diberikan kepada orang-orang yang tidak menghargai apa yang kami lakukan,” tutur Trump.
Trump secara khusus menyinggung Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan mempertanyakan kesediaan Eropa untuk membela Amerika Serikat. Ia pun mengeklaim AS “tidak mendapatkan apa-apa dari NATO” selain peran melindungi Eropa dari Rusia. Padahal, komitmen pertahanan kolektif NATO melalui Pasal 5 hanya pernah diaktifkan satu kali, yakni setelah serangan 11 September 2001.
Dalam kesempatan yang sama Trump juga menyoroti kondisi Eropa secara umum. “Beberapa tempat di Eropa bahkan sudah tidak dapat dikenali… mengerikan apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri. Mereka menghancurkan diri mereka sendiri.”
Ia mendorong negara-negara Eropa untuk memprioritaskan isu energi, perdagangan, imigrasi, dan pertumbuhan ekonomi, sembari menyebut latar belakang keluarganya yang berasal dari Skotlandia dan Jerman.
Di ranah kebijakan domestik, Trump mengeklaim keberhasilan ekonomi pemerintahannya. Ia menyatakan “inflasi telah dikalahkan”, inflasi inti berada di level 1,6%, dan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diproyeksikan mencapai 5,4%.
Ia menyebut masa jabatan pertamanya sebagai yang “paling sukses sepanjang sejarah” dari sisi keuangan, serta menyebut kebijakan “100% expensing” sebagai sebuah “keajaiban” yang mendorong investasi.
Trump juga mengumumkan langkah-langkah untuk menurunkan biaya hidup, termasuk perintah eksekutif yang membatasi investor institusional besar membeli rumah tapak dan ajakan kepada Kongres untuk membatasi suku bunga kartu kredit sebesar 10 persen selama satu tahun.
Terkait kebijakan moneter, Trump mengatakan akan segera mengumumkan ketua Federal Reserve berikutnya. Ia memuji para kandidat sebagai sosok yang cakap, sembari kembali mengkritik Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, yang ia sebut “terlambat”. Menurut Trump, Amerika Serikat seharusnya menikmati suku bunga terendah di dunia karena utang pemerintah AS diperlakukan luas sebagai aset “bebas risiko”. Namun, imbal hasil obligasi jangka panjang AS mencerminkan ekspektasi inflasi sehingga tingkat suku bunga tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah.
Menutup pidatonya, Trump menyinggung konflik global yang sedang berlangsung, termasuk perang Rusia-Ukraina. Ia menyatakan akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Perang itu harus dihentikan,” katanya, menandai niatnya untuk mendorong perundingan damai.

