Ancaman Tarif Trump soal Greenland Bayangi Panggung Davos
Poin Penting
|
DAVOS, Investortrust.id – Para pemimpin Eropa tampil lebih dahulu di panggung Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss pada Selasa (20/1/2026) saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif untuk menekan Uni Eropa (UE) terkait kebuntuan soal Greenland. Manuver ini menempatkan hubungan transatlantik dalam sorotan global dan berpotensi memengaruhi arus perdagangan serta stabilitas geopolitik.
WEF 2026 diperkirakan didominasi agenda Amerika Serikat, dengan delegasi Washington sudah berada di resor ski Swiss tersebut untuk mempromosikan kebijakan yang dinilai mengguncang tatanan global yang selama ini dijunjung WEF. Trump dijadwalkan menyampaikan pidato pada Rabu (21/1/2026) dan mengikuti sejumlah agenda lain pada Kamis (22/1/2026).
Dilansir AFP, Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berpidato di Davos pada Selasa, bersama Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Negara-negara yang diwakili para pemimpin tersebut sama-sama memiliki friksi kebijakan dengan Trump, terutama terkait tarif dan perdagangan.
Ancaman tarif dari Trump mendorong Eropa mempertimbangkan langkah-langkah balasan setelah presiden Amerika Serikat itu menyatakan akan mengenakan bea masuk terhadap delapan negara Eropa menyusul kebuntuan terkait Greenland. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, yang memimpin kontingen AS di Davos, memperingatkan bahwa pembalasan dari Uni Eropa “akan sangat tidak bijaksana”.
Von der Leyen bertemu delegasi Kongres Amerika Serikat dari kedua partai di Davos pada Senin (19/1/2026). Dalam pernyataan di media sosial, ia mengatakan telah menyampaikan perlunya menghormati kedaulatan Greenland dan Kerajaan Denmark tanpa keraguan.
Sementara itu, Macron meninggalkan Davos pada Selasa tanpa bertemu Trump. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan akan berupaya bertemu presiden Amerika Serikat tersebut pada Rabu. Merz mengatakan Jerman dan negara-negara Eropa lain sepakat bahwa pihaknya ingin menghindari eskalasi dalam perselisihan ini jika memungkinkan.
Baca Juga
Trump Akan Hadir di Davos, Sejumlah Tokoh Pilih Absen Termasuk PM Denmark
Ketegangan yang meningkat mendorong para pemimpin dari blok 27 negara Uni Eropa menggelar pertemuan puncak darurat di Brussels pada Kamis. Agenda pertemuan tersebut membahas respons bersama terhadap salah satu krisis terberat dalam beberapa tahun terakhir yang membebani hubungan transatlantik.
Pada konferensi pers di Davos, Presiden Finlandia Alexander Stubb mengatakan ancaman tarif di tingkat sekutu tidak dapat diterima. Hal itu melemahkan hubungan transatlantik dan dalam kasus terburuk, dapat menyebabkan lingkaran setan.
Saat ditanya kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat, Stubb menegaskan, “Saya tidak percaya bahwa Amerika Serikat akan menguasai Greenland secara militer”.
Denmark sebelumnya mengusulkan agar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) memulai operasi pengawasan di Greenland untuk menjawab kekhawatiran keamanan di kawasan tersebut.
Di luar isu Eropa, sejumlah pemimpin asing lain juga berpidato di WEF pada Selasa. Carney menggunakan forum ini untuk menegaskan upaya Kanada mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat seiring kenaikan tarif terhadap produk-produk Kanada. Di tengah memburuknya hubungan dengan Washington, Carney menutup babak panjang ketegangan diplomatik dengan China melalui kunjungan ke Beijing pekan lalu, yang menghasilkan kesepakatan perdagangan awal guna menurunkan tarif.
Baca Juga
Sementara Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng, yang negaranya telah lama berselisih dagang dengan Trump, dijadwalkan menyampaikan pidato. Isu-isu global lain yang mengemuka di WEF mencakup krisis di Venezuela, Gaza, Ukraina, dan Iran.
Amerika Serikat mengirimkan delegasi berukuran besar ke Davos sebagai sinyal kuat kehadirannya dalam pertemuan para pemimpin ekonomi dan politik dunia. Bessent dan pejabat Amerika Serikat lainnya mengikuti panel di pusat kongres forum, serta menghadiri agenda di “USA House”, sebuah lokasi di gereja tua kawasan pejalan kaki elit di resor pegunungan tersebut.

