Pasar Eropa Anjlok, Ancaman Tarif Trump Hidupkan Kembali Kekhawatiran Perang Dagang
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id — Saham-saham Eropa melemah pada Selasa (20/1/2026). Bayang-bayang tarif perdagangan baru terus menghantui, yang menekan sentimen pasar.
Baca Juga
Pasar Eropa Dibuka Merah, 'Tarif Greendland’ Trump Jadi Pemicu
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,72%, dengan sebagian besar sektor dan seluruh bursa regional utama berada di zona negatif.
Pelemahan pasar ini terjadi setelah Trump mengumumkan pada Sabtu bahwa delapan sekutu Eropa akan menghadapi tarif yang meningkat, dimulai dari 10% pada 1 Februari dan naik menjadi 25% pada 1 Juni. Tarif itu akan dikenakan jika tidak tercapai kesepakatan yang memungkinkan Washington mencaplok Greenland, wilayah semi-otonom yang merupakan bagian dari Denmark.
Tarif yang diusulkan tersebut akan menyasar Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, kata Trump. Para pemimpin Eropa menentang tarif tersebut dan menyerukan dialog lebih lanjut dengan Amerika Serikat.
Siapkan Balasan
Para pemimpin Eropa menggambarkan ancaman tarif terbaru Trump sebagai “tidak dapat diterima,” dan dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah balasan — dengan Prancis disebut mendorong Uni Eropa untuk menggunakan ancaman ekonomi terkuatnya, yang dikenal sebagai Anti-Coercion Instrument (ACI).
Saham-saham yang tercatat di Jerman, negara yang bergantung pada ekspor, merosot setelah ancaman dari Gedung Putih, dengan indeks DAX ditutup hampir 1,1% lebih rendah, sementara MDAX — indeks saham berkapitalisasi menengah Jerman — turun 1,8%.
Pada Selasa, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 200% terhadap anggur dan sampanye Prancis setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan enggan bergabung dalam “Dewan Perdamaian” versinya terkait Gaza.
Saham raksasa barang mewah LVMH yang tercatat di Paris — pemilik Moët & Chandon, Dom Pérignon, dan Veuve Clicquot — turun 2,1% pada akhir perdagangan Selasa, sementara perusahaan minuman Prancis Remy Cointreau — pembuat sampanye Telmont — ditutup turun hampir 0,1%.
Baca Juga
Macron Tegaskan Eropa Harus Lindungi Perekonomiannya agar Keluar dari Stagnasi
Indeks CAC 40 Prancis mengakhiri sesi turun 0,6%. Berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Selasa, Macron mengecam “perundungan.”
“Kami lebih memilih rasa hormat ketimbang perundungan … kami lebih memilih supremasi hukum ketimbang kebrutalan,” ujarnya. “Eropa kini memiliki perangkat yang sangat kuat, dan kita harus menggunakannya ketika kita tidak dihormati dan ketika aturan main tidak dihormati. Mekanisme anti-pemaksaan adalah instrumen yang kuat, dan kita tidak boleh ragu untuk menggunakannya di lingkungan yang keras saat ini,” urainya.
Euro terakhir naik 0,7% terhadap dolar AS, diperdagangkan di level $1,173, sementara mata uang tunggal tersebut juga naik 0,5% terhadap pound sterling di 0,87 euro.
Sementara itu, pound sterling menguat 0,2% terhadap dolar, diperdagangkan di $1,345.
Pergerakan ini terjadi bersamaan dengan rilis data ketenagakerjaan Inggris oleh Office for National Statistics yang menunjukkan tingkat pengangguran tidak berubah di 5,1% dalam tiga bulan hingga akhir November, sementara pertumbuhan upah melambat menjadi 4,5%.

