Sentimen Penggulingan Maduro Tak Guncang Kontrak Berjangka Saham AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Kontrak berjangka saham AS bergerak stabil pada Minggu malam (4/1/2026), ketika pasar global bereaksi terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan pemimpinnya, Nicolas Maduro.
Dow Jones Industrial Average Futures naik 7 poin. Futures S&P 500 menguat 0,1%, sedangkan futures Nasdaq-100 naik 0,3%.
Baca Juga
Penggulingan Maduro Picu Ketidakpastian, Harga Minyak Tertekan
Usai serangan AS ke Venezuela, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan ke New York—di mana mereka didakwa atas konspirasi narko-terorisme dan kejahatan lainnya. Perdagangan narkoba, menurut dakwaan, “telah memperkaya dan mengokohkan elite politik dan militer Venezuela.”
Penyingkiran Maduro terjadi lebih dari satu dekade setelah ia berkuasa, menggantikan diktator lama Hugo Chavez pada April 2013. Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya bagi negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia tersebut.
Presiden Donald Trump pada Sabtu mengatakan dalam konferensi pers bahwa AS akan “menjalankan” Venezuela “hingga tiba saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.” Namun, Menteri Luar Negeri Marco Rubio tampak melunakkan pernyataan tersebut pada Minggu, dengan menekankan bahwa AS akan menggunakan pengaruh untuk mencapai tujuan kebijakan. Ia juga tidak mengatakan bahwa AS akan secara langsung memerintah Venezuela.
Meski demikian, sebagian pelaku Wall Street menilai dampak intervensi AS terhadap pasar akan terbatas. Kendati memiliki cadangan minyak yang sangat besar, Venezuela memproduksi kurang dari 1 juta barel per hari—kurang dari 1% produksi global.
Kepala strategi BCA Research, Marko Papic, juga mencatat bahwa pemerintah Venezuela “distabilkan” oleh militer negara tersebut.
“Klaim Presiden Trump bahwa AS akan ‘menjalankan negara’ dan bahwa ia tidak takut ‘pasukan di darat’ sebaiknya tidak ditafsirkan sebagai sinyal kebijakan. AS kemungkinan akan bernegosiasi dengan militer dan oposisi dalam fase transisi,” tulis Papic kepada klien, dikutip CNBC.
Harga minyak mentah melemah dalam perdagangan awal futures pada Minggu.
Wall Street menutup sesi sebelumnya secara bervariasi. S&P 500 dan Dow ditutup menguat pada Jumat—hari perdagangan pertama tahun ini—sementara Nasdaq berakhir sedikit di bawah garis datar.
Baca Juga
Ditopang Saham Semikonduktor, Wall Street Menguat pada Perdagangan Awal 2026
Pekan ini, para pelaku pasar akan mencermati rilis laporan ketenagakerjaan Desember pada Jumat. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan ekonomi AS menambah 54.000 lapangan kerja bulan lalu.

