Puluhan Ribu Warga Suriah Menyeberang ke Lebanon Pasca Penggulingan Assad, Kabarnya Ada Pejabat Tinggi
BEIRUT – investortrust.id – Lebih dari 50.000 orang disebut telah menyeberangi perbatasan antara Suriah dan Lebanon setelah oposisi bersenjata menyerbu Damaskus, Suriah pada 8 Desember. Dikabarkan pejabat tinggi Suriah juga ada yang berlindung di sana, tapi Keamanan Lebanon membantahnya.
Baca Juga
Pemberontak Kuasai Damaskus, Runtuhkan Kekuasaan 50 Tahun Rezim Assad di Suriah
Penyiar Lebanon LBCI melaporkan, Selasa (10/12), mayoritas dari mereka yang pergi ke Lebanon adalah penganut Syiah dan pendukung pemerintah sebelumnya.
Situasi di perbatasan memanas selama tiga hari saat ribuan orang terus mendekati perbatasan utama Masnaa dalam upaya menyelamatkan diri dari Suriah.
Mereka mengaku lebih baik tinggal di luar perbatasan ketimbang pulang ke rumah karena merasa takut akan adanya pembalasan dari oposisi bersenjata, kata koresponden LBCI di perbatasan, dikutip dari Antara.
Membantah
Direktorat Jenderal Keamanan Negara Lebanon membantah laporan media yang menyebutkan keberadaan sejumlah pejabat tinggi intelijen Suriah dan orang-orang dari lingkaran Presiden Suriah Bashar Assad di negara tersebut.
Surat kabar Lebanon Nidaa Al-Watan sebelumnya memberitakan bahwa sejumlah pejabat tinggi dan pengusaha Suriah, termasuk mantan kepala Direktorat Keamanan Umum Suriah, Ali Mamlouk, tengah bersembunyi di Lebanon. Media itu mengutip sumber-sumber di dinas keamanan Lebanon.
“Sebuah artikel muncul di salah satu situs web yang menyatakan bahwa badan keamanan negara melindungi beberapa pejabat tinggi Suriah dan tokoh yang meninggalkan Suriah setelah peristiwa terbaru. Direktorat Jenderal Keamanan Negara membantah informasi tersebut,” kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kelompok bersenjata Suriah berhasil merebut ibu kota Damaskus pada Minggu (8/12/2024).
Baca Juga
Mendapat Suaka dari Kremlin, Assad Dikabarkan Berada di Moskow
Perdana Menteri Suriah Mohammad Ghazi al-Jalali menyatakan bahwa ia dan 18 menteri lainnya memutuskan untuk tetap berada di Damaskus.
Al-Jalali juga mengatakan bahwa ia sedang menjalin komunikasi dengan pemimpin kelompok militan yang telah memasuki kota tersebut.
Baca Juga
Didukung Pemberontak, Mohammed Al-Bashir Didapuk Jadi PM Sementara Suriah
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Presiden Bashar Assad telah mengundurkan diri dan meninggalkan Suriah setelah melakukan negosiasi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam konflik Suriah.

