Ditopang Saham Semikonduktor, Wall Street Menguat pada Perdagangan Awal 2026
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS bergerak positif pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (3/1/2026) WIB. Indeks S&P 500 ditutup menguat pada perdagangan pertama tahun 2026, seiring kenaikan saham-saham semikonduktor yang membantu menopang indeks. S&P 500 ditutup naik 0,19% ke level 6.858,47, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,03% dan berakhir di 23.235,63. Kedua indeks tersebut sempat menguat solid lebih awal dalam sesi perdagangan, dengan S&P 500 dan Nasdaq yang sarat saham teknologi masing-masing sempat naik hingga 0,7% dan 1,5% pada puncaknya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 319,10 poin atau 0,66% dan ditutup di 48.382,39.
Baca Juga
Wall Street ‘Cuan’ pada 2025, S&P 500 Bukukan Kenaikan Tahunan 16,39%
Kenaikan pada Jumat ini menandai pembalikan dari tren perdagangan hari pertama dalam beberapa tahun terakhir. S&P 500 ditutup melemah pada hari perdagangan pertama selama tiga tahun berturut-turut sebelumnya. Jika ditarik sejak 1950-an, tidak terlihat tren yang jelas, dengan hari perdagangan pertama berakhir positif sekitar 48%, menurut Bespoke Investment Group.
Saham-saham chip utama seperti Nvidia dan Micron Technology menguat. Nvidia naik lebih dari 1%, sementara Micron melonjak lebih dari 10%. Kedua saham yang terkait kecerdasan buatan ini menjadi pemenang besar pada 2025 — Nvidia melonjak sekitar 39%, sementara Micron melesat lebih dari 240%.
Namun, area teknologi lainnya di luar saham chip justru mengalami tekanan. Saham perangkat lunak secara khusus melemah, dengan Salesforce turun lebih dari 4% dan CrowdStrike merosot lebih dari 3%. Palantir Technologies dan Microsoft juga mengalami penurunan.
Selain itu, saham Tesla turun lebih dari 2% setelah pengiriman kendaraan kuartal keempat perusahaan tersebut meleset dari estimasi analis.
Sektor teknologi menjadi perdagangan terbaik sepanjang 2025, memimpin pasar yang lebih luas mencatatkan kenaikan tajam seiring investor terus berbondong-bondong ke saham-saham bertema kecerdasan buatan. S&P 500 naik lebih dari 16% tahun lalu, menandai kenaikan tahunan ketiga berturut-turut. Nasdaq melonjak lebih dari 20% pada 2025, sementara Dow yang beranggotakan 30 saham naik sekitar 13%. Ketiga indeks tersebut mencetak rekor tertinggi tahun lalu.
Peluang 2026
“Kami berpikir akan terjadi rotasi yang berkelanjutan bolak-balik antara saham teknologi dan non-teknologi, tetapi secara keseluruhan pasar akan bergerak naik,” kata Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors, seperti dikutip CNBC. Hatfield, yang memiliki target akhir tahun 8.000 untuk S&P 500, mengatakan reli akan menjadi “lebih seimbang” seiring bank-bank regional mengungguli pasar dan saham teknologi dengan valuasi mahal seperti Tesla mulai tertinggal.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat di Awal 2026, FTSE 100 Inggris Sentuh 10.000 untuk Pertama Kalinya
Para analis Wall Street memperkirakan pasar saham AS masih berpeluang mencatatkan kenaikan lebih lanjut pada 2026. Survei Market Strategist CNBC menunjukkan target rata-rata S&P 500 untuk tahun ini berada di level 7.629, yang mengindikasikan potensi kenaikan sebesar 11,4%.
Sesi perdagangan Jumat juga menghadirkan sejumlah titik terang di bagian lain pasar yang lebih luas. Saham Wayfair melonjak sekitar 6%, sementara RH naik sekitar 8% setelah Presiden Donald Trump pada malam Tahun Baru menunda kenaikan tarif atas furnitur berlapis, kabinet dapur, dan meja rias selama satu tahun. Perintah tersebut secara khusus menunda bea masuk 30% untuk furnitur berlapis dan pungutan 50% untuk kabinet dapur serta meja rias, sembari tetap mempertahankan tarif 25% atas barang-barang tersebut yang telah diberlakukan sejak September lalu.

