Jaksa Agung AS: Maduro dan Istri Akan Hadapi Dakwaan Narco-Terorisme di Pengadilan Amerika
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Jaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, menyatakan bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, akan menghadapi tuntutan hukum di Amerika Serikat setelah dakwaan atas konspirasi “narco-terorisme” yang dilayangkan di New York.
Bondi menegaskan melalui media sosial bahwa pasangan tersebut “segera akan menghadapi keadilan Amerika di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” demikian seperti dikutip Irishnews, Sabtu (3/1/2026). Nicolas Maduro sendiri telah didakwa pada Maret 2020 di Southern District of New York, sementara status hukum Cilia Flores sebelumnya belum diketahui publik.
Pernyataan Bondi ini disampaikan menyusul operasi militer besar-besaran oleh pasukan AS di Venezuela yang menargetkan fasilitas militer dan sipil di Caracas pada Sabtu pagi (3/1/2026) waktu setempat.
Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social mengumumkan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela dalam operasi malam hari yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Trump menambahkan, “Detail lebih lanjut akan menyusul,” dan menjadwalkan konferensi pers pada pukul 11.00 waktu Florida, AS
Baca Juga
Maduro Bukan yang Pertama, Ini Para Pemimpin Negara yang Ditangkap AS di Tanah Airnya
Sebelumnya diberitakan rentetan ledakan dan pesawat yang terbang rendah menghiasi langit Caracas ketika pemerintah Venezuela menuding Amerika Serikat melakukan “serangan imperialis” dan menyerukan warga untuk turun ke jalan.
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan pemerintah tidak mengetahui keberadaan Presiden dan Ibu Negara pasca-penangkapan dan menuntut “bukti kehidupan” dari keduanya.
Operasi oleh Amerika Serikat ini segera mengingatkan publik pada invasi Amerika Serikat ke Panama pada Desember 1989, yang berujung pada penyerahan dan penangkapan pemimpin de facto Panama, Manuel Antonio Noriega, tepat 36 tahun lalu.
Menyusul penangkapan, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyebut langkah ini menandai “fajar baru bagi Venezuela” dengan menyatakan, “Tiran itu telah pergi.” Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga menegaskan bahwa rezim Maduro “bukan pemerintahan sah” dan menolak klaim legitimasi presiden Venezuela saat ini.

