Donald Trump Sebut Telah Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa pihaknya telah berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya.
Dalam pernyataannya yang diunggah dalam akun media sosial Trump di Truth Social, Trump menyebut bahwa Maduro beserta isterinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut, demikian diberitakan The Guardian.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social yang dibagikan beberapa saat lalu, Trump menulis: "Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara ini. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Penegak Hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi di Mar-a-Lago. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini! Presiden DONALD J. TRUMP."
Sebelum klaim penangkapan disampaikan Trump, Ibukota Venezuela, Caracas mengalami serangan di sejumlah lokasi militer dan sipil.
Baca Juga
Maduro Bukan yang Pertama, Ini Para Pemimpin Negara yang Ditangkap AS di Tanah Airnya
Serangan ini dibenarkan oleh pihak Kedutaan Besar Venezuela di Jakarta. Dalam pernyataannya yang disampaikan lewat media sosial, Sabtu (3/1/2026) Dubes Venezuela untuk Indonesia Enrique Antonio Acuna Mendoza mengatakan telah terjadi serangan yang menurut Venezuela sebagai aksi yang tidak beralasan.
"Serangan yang tidak beralasan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan menjadi ancaman bagi perdamaian serta stabilitas di Amerika Latin dan Karibia. Hal ini merupakan serangan terhadap kedaulatan kami dan upaya untuk merebut sumber daya strategis kami serta melemahkan kemerdekaan bangsa kami," demikian Enrique dalam pernyataannya.
"Kami menyerukan kepada seluruh gerakan sosial dan politik untuk bersatu menolak agresi imperialis ini. Mobilisasi dan solidaritas menjadi hal yang sangat penting pada saat krisis ini untuk mempertahankan tanah air, martabat, dan hak kami atas penentuan nasib sendiri," imbuh Enrique.

