Wall Street ‘Cuan’ pada 2025, S&P 500 Bukukan Kenaikan Tahunan 16,39%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS mencatat kinerja positif pada tahun 2025. Ketiga indeks utama membukukan kenaikan tahunan di atas 10%, meski melemah empat hari beruntun di akhir tahun.
Baca Juga
Wall Street Tertekan Jelang Tutup Tahun, S&P 500 Melemah 3 Hari Beruntun
Indeks S&P 500 turun 0,74% dan ditutup di level 6.845,50 pada perdagangan Rabu (31/12/2025) waktu AS. Nasdaq Composite melemah 0,76% ke 23.241,99, sedangkan Dow Jones Industrial Average kehilangan 303,77 poin atau 0,63% dan berakhir di 48.063,29.
Tahun 2025, S&P 500 membukukan kenaikan tahunan 16,39%, menandai tahun ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit. Nasdaq Composite terdorong antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI) hingga melonjak 20,36%. Sementara itu, Dow naik 12,97% sepanjang 2025, meski tertahan oleh minimnya eksposur ke saham teknologi.
Potensi 2026
Capaian kinerja Wall Street menandai pemulihan yang impresif dari kejatuhan tajam pada awal April setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran. Pada satu titik, S&P 500 nyaris memasuki wilayah pasar bearish, turun hampir 19% dari puncak Februari dan ditutup di bawah 5.000 untuk pertama kalinya sejak April 2024.
“Ada pelajaran yang dipetik oleh pemerintah bahwa tarif yang lebih cerdas, lebih sempit, dan diterapkan secara bertahap adalah hal yang bisa diserap pasar,” ujar Keith Buchanan, manajer portofolio senior di Globalt Investments, seperti dikutip CNBC. Berkat pengalaman 2025, menurut dia, pasar kini mampu melampaui perubahan tarif pada 2026, dengan asumsi pemerintah mengingat pelajaran tersebut dan korporasi Amerika mampu beradaptasi cepat sambil tetap menjaga margin.”
Meski demikian, pelemahan beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran. Biasanya, lima hari perdagangan terakhir tahun berjalan dan dua hari pertama tahun berikutnya merupakan periode musiman yang positif — dikenal sebagai reli Santa Claus — yang umumnya mendorong saham lebih tinggi.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Melemah Pascalibur Natal, tapi Catat Kinerja Mingguan Positif
Aksi ambil untung belakangan juga dapat menjadi pertanda volatilitas ke depan. Para ahli strategi yang disurvei CNBC memperkirakan S&P 500 masih berpotensi mencatat kenaikan dua digit pada 2026, namun banyak yang menilai pasar saham bisa bergerak dalam rentang sempit sepanjang tahun seiring pertumbuhan laba perusahaan berupaya mengejar valuasi yang sudah tinggi.

