Bursa Eropa Menguat di Awal 2026, FTSE 100 Inggris Sentuh 10.000 untuk Pertama Kalinya
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa menguat pada perdagangan Jumat (02/1/2026), dengan sektor teknologi memimpin penguatan. Indeks FTSE 100 Inggris sempat melampaui level simbolis 10.000 untuk pertama kalinya, melanjutkan reli setelah mencatat kinerja kuat sepanjang 2025.
Baca Juga
Pasar Eropa Capai Rekor Tertinggi Baru, Stoxx 600 ‘Cuan’ 16% Sepanjang 2025
Indeks FTSE 100 sempat menembus tonggak psikologis penting level 10.000, sebelum memangkas penguatannya. Indeks yang berisi saham-saham blue chip paling bernilai di Inggris itu ditutup naik 0,2% pada hari perdagangan pertama tahun ini, berakhir di level 9.951 dan mengawali tahun di zona positif. FTSE 100 melampaui ambang 10.000 sekitar pukul 08.30 waktu London sebelum kembali melemah.
Menurut analis, meskipun kecepatan kenaikan FTSE 100 menuju level 10.000 cukup mencolok, investor tetap perlu waspada.
“Melampaui angka bulat besar pada sebuah indeks memang penting secara psikologis, tetapi fondasi pergerakan tersebut harus kuat agar level baru itu menjadi pijakan, bukan justru menjadi batas atas bagi indeks,” ujar Toni Meadows, kepala investasi di BRI Wealth Management, kepada CNBC.
Sementara itu, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sekitar 0,6% lebih tinggi, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di zona hijau. Pergerakan ini terjadi seiring kembalinya investor setelah libur Tahun Baru pada Kamis, serta menyusul kinerja tahunan yang solid.
Sepanjang 2025, Stoxx 600 naik 16,7% dan mencatat kenaikan tahunan untuk tahun ketiga berturut-turut, didorong oleh saham perbankan serta lonjakan belanja pertahanan di kawasan Eropa.
Dari sisi saham individual, saham perusahaan energi Denmark Orsted ditutup melonjak 4,6% setelah pengembang ladang angin lepas pantai terbesar di dunia itu mengatakan telah menggugat keputusan pemerintah AS yang menangguhkan sewa proyek usaha patungan Revolution Wind, dan akan mengajukan permohonan injunksi ke pengadilan.
Saham produsen peralatan semikonduktor Belanda, Be Semiconductor dan ASMI, memimpin penguatan indeks dengan kenaikan masing-masing 11,5% dan sekitar 7%. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah AS memberikan lisensi tahunan kepada produsen chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), untuk mengimpor peralatan manufaktur chip buatan AS ke fasilitasnya di Nanjing, China, menurut laporan Reuters pada Kamis. CNBC telah menghubungi TSMC untuk meminta komentar.
Perusahaan sejenis yang lebih besar, ASML — perusahaan paling bernilai di Eropa — menutup perdagangan dengan kenaikan sekitar 7%.
Saham-saham pertambangan dan pertahanan juga termasuk yang berkinerja terbaik. Leonardo, Thyssenkrupp, Kongsberg Group, Saab, dan Rolls-Royce masing-masing ditutup menguat lebih dari 4%.
Harga Emas dan Perak Reli
Di sisi lain, logam mulia melanjutkan tren kenaikan. Harga emas spot naik 1,9% menjadi US$4.393,14 per ons pada jam perdagangan Eropa, sementara harga perak spot melonjak lebih dari 4,3% ke level US$74,31 per ons.
Emas dan perak mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979 pada tahun lalu, didukung oleh berbagai faktor, termasuk dampak penurunan suku bunga AS, ketegangan tarif, serta permintaan kuat dari exchange-traded fund (ETF) dan bank sentral.
Di kawasan Asia-Pasifik, indeks Kospi Korea Selatan melonjak ke rekor baru, sedangkan pasar di Jepang dan China daratan masih tutup karena libur.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik ‘Mixed’, Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Baru di Awal 2026
Sementara itu di Amerika Serikat, saham-saham diperdagangkan relatif datar. Indeks S&P 500 bergerak nyaris tidak berubah, Nasdaq Composite terakhir turun sekitar 0,2%, sementara Dow Jones Industrial Average tercatat naik sekitar 0,2%.

