Wall Street Ambruk Dilanda Aksi Jual, Dow Jones Anjlok Lebih dari 250 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada penutupan Selasa waktu AS atau Rabu (19/03/2025) WIB. Aksi jual yang melanda Wall Street dalam beberapa pekan terakhir kembali terjadi.
Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 260,32 poin, atau 0,62%, ditutup pada 41.581,31. S&P 500 merosot 1,07% menjadi 5.614,66. Indeks pasar yang lebih luas mengakhiri hari dengan turun 8,6% dari level penutupan tertinggi yang dicapai pada Februari, mendekati wilayah koreksi. Nasdaq Composite turun 1,71% dan menetap di 17.504,12.
Tesla, salah satu saham yang paling terpukul selama koreksi pasar baru-baru ini, kembali mengalami penurunan pada hari Selasa. Sahamnya jatuh lebih dari 5% setelah RBC Capital Markets menurunkan target harga perusahaan kendaraan listrik tersebut, dengan alasan meningkatnya persaingan di sektor EV. Tesla telah merosot lebih dari 36% dalam sebulan terakhir.
Produsen kendaraan listrik itu bukan satu-satunya saham teknologi yang merosot dalam sesi ini. Saham Palantir dan Nvidia masing-masing turun hampir 4% dan lebih dari 3%. ETF Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) juga melemah lebih dari 1%.
“Tampaknya pasar benar-benar ingin beralih ke aset yang belum berkinerja baik dan keluar dari aset yang telah berkinerja baik selama beberapa tahun terakhir, jadi mungkin itulah yang sedang terjadi,” jelas Rhys Williams, kepala investasi di Wayve Capital, seperti dikutip CNBC.
Williams memperkirakan pasar akan tetap bergejolak hingga keputusan apa pun dibuat pada 2 April, merujuk pada tenggat waktu Presiden Donald Trump terkait pengecualian tarif untuk beberapa impor dari Kanada dan Meksiko.
Baca Juga
Wall Street Terbang di Akhir Pekan, Dow Melonjak Hampir 700 Poin
Penurunan ini terjadi setelah dua sesi kenaikan berturut-turut di Wall Street. Ini menandai perubahan arah setelah beberapa minggu sulit di Wall Street, di mana data ekonomi yang lemah dan kebijakan tarif Trump yang tidak konsisten membuat investor khawatir akan kesehatan keuangan AS.
S&P 500 secara resmi memasuki wilayah koreksi pekan lalu, tetapi indeks tersebut berhasil pulih dalam reli pemulihan yang terjadi pada sesi Jumat dan Senin. Meskipun mengalami rebound baru-baru ini, Nasdaq yang didominasi saham teknologi masih berada dalam zona koreksi, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan indeks setidaknya 10% dari level tertinggi terakhir.
Ketiga indeks utama masih mencatat penurunan sepanjang tahun ini, menyoroti besarnya aksi jual di pasar.
Sementara investor terus mengikuti perkembangan dari Gedung Putih, perhatian mereka kini beralih ke pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve yang dimulai pada hari Selasa.
Baca Juga
Powell Sebut Bank Sentral Tak Terburu-buru Pangkas Suku Bunga Lagi
Para trader akan mencermati pengumuman suku bunga pada Rabu sore serta konferensi pers berikutnya dengan Ketua Fed, Jerome Powell. Kontrak berjangka dana Fed menunjukkan kemungkinan 99% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga, menurut alat FedWatch CME.

