Aset 'Safe Haven' Terus Diburu, Emas dan Perak Kembali Cetak Rekor
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Emas dan perak melanjutkan reli sepanjang tahun ini, dan harganya terus menanjak.
Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,8% ke level US$4.505,7 per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.530,80 per ons. Harga emas spot naik 1,03% menjadi US$4.491,23 per ons.
Baca Juga
Sentuh Rekor Baru, Harga Emas Melonjak Hampir 70% Sepanjang 2025
Sementara itu, kontrak berjangka perak untuk Maret melonjak 4,46% dan terakhir diperdagangkan di US$71,62 per ons. Harga perak spot naik 3,51% ke US$71,4449 per ons, setelah sebelumnya menembus level US$70 untuk pertama kalinya pada sesi tersebut.
Kedua logam mulia tersebut melesat sepanjang tahun ini dan memecahkan rekor harga secara beruntun, seiring memburuknya sentimen terhadap aset berisiko di tengah kekhawatiran akan gelembung kecerdasan buatan (AI) serta ketidakpastian mengenai siapa yang akan menjadi ketua Federal Reserve berikutnya menjelang 2026.
Baca Juga
The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai pada saat ketidakpastian ekonomi atau geopolitik dan kerap digunakan sebagai pelindung nilai.
Harga kontrak berjangka mencerminkan rekor tertinggi baru bagi emas dan perak, melampaui lonjakan yang juga mencetak rekor pada Senin.
Chief investment officer Livermore Partners, David Neuhauser, mengatakan bahwa emas masih memiliki ruang untuk terus naik dan berpotensi mencapai US$6.000 per ons.
“Saya pikir hampir semua logam sedang naik karena sebelumnya kurang dimiliki investor, dan ada risiko lanjutan bahwa utang global di seluruh dunia terus meledak. Karena itu, investor perlu memiliki aset yang bisa melindungi dari penurunan nilai tersebut. Inilah yang kita lihat sekarang. Sinyalnya sangat jelas, dan ini bisa berlanjut cukup lama,” beber Neuhauser kepada CNBC.

