'Safe Haven' Diburu karena Gejolak Global, Emas Antam (ANTM) Melonjak Rp 35.000
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (7/1/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,584 juta atau naik Rp 35.000 dari Selasa (6/1/2026) Rp 2,549 juta per gram didorong lonjakan permintaan aset aman setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS). Investor juga menunggu rilis data penggajian AS untuk membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Adapun pencapaian tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) atau rekor sebelumnya berada di level Rp 2,605 juta per gram yang dicetak pada Sabtu 27 Desember 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,440 juta atau naik Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 2,405 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang melanjutkan kenaikannya pada Selasa (6/1/2026). Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.485,39 per ons, setelah melonjak hampir 3% pada hari sebelumnya, sehingga kian mendekati rekor tertinggi US$ 4.549,71 yang dicapai pada Selasa (24/12/2025). Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 1% lebih tinggi pada US$ 4.496,10.
Penguatan tersebut terjadi setelah akhir pekan yang diwarnai eskalasi ketegangan menyusul tindakan AS terhadap Venezuela. Nicolas Maduro pada Senin (5/1/2026) menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York. Peristiwa ini memperbesar persepsi risiko global dan mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman.
Baca Juga
Emas Dunia Menguat, Merdeka Gold (EMAS) Diproyeksi Nikmati Sentimen Positif Berkelanjutan
Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979 dengan kenaikan 64,4% sepanjang 2025. Tren tersebut menegaskan peran emas sebagai penyeimbang portofolio ketika volatilitas meningkat dan imbal hasil aset berisiko tertekan.
Di sisi makroekonomi, pelaku pasar menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan dirilis Jumat (9/1/2026), yang diperkirakan menunjukkan penambahan 60.000 pekerjaan pada Desember, sedikit lebih rendah dibanding 64.000 pada bulan sebelumnya. Data ini penting karena menjadi salah satu penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Menurut data LSEG, para pedagang memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini. Ekspektasi tersebut memperkuat daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve Richmond Tom Barkin menyatakan bahwa perubahan suku bunga lebih lanjut harus “disesuaikan dengan cermat” untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi. Pernyataan ini menegaskan kehati-hatian bank sentral di tengah tekanan harga dan perlambatan pasar tenaga kerja.
Baca Juga
Optimisme terhadap prospek emas juga datang dari lembaga keuangan global. Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga US$ 4.800 pada kuartal keempat 2026. Alasannya penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan Federal Reserve, serta pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana pasar uang.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,342 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,584 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,108 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,637 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,695 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,335 juta
- Emas 25 gram: Rp 62,212 juta
- Emas 50 gram: Rp 126,345 juta
- Emas 100 gram: Rp 252,612 juta
- Emas 250 gram: Rp 631,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,262,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,524,600 miliar.

