Emas Tembus Rekor US$ 4.000, Investor Global Panik Buru Aset ‘Safe Haven’
Poin Penting
- Harga emas menembus level $4.000 per ons, rekor tertinggi sepanjang masa.
- Penutupan pemerintah AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga mendorong lonjakan permintaan.
- Bank sentral, termasuk China, terus menambah cadangan emas.
- Investor besar seperti Ray Dalio sarankan porsi emas 15% dalam portofolio.
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas dunia akhirnya menembus level psikologis $4.000 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan, menandai babak baru reli logam mulia di tengah ketegangan geopolitik, pelemahan dolar AS, dan ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga
Ketidakpastian Global Meningkat, Emas Capai Rekor Tertinggi di Atas US$ 3.900
Futures emas AS untuk pengiriman Desember ditutup di $4.004,4 per ons, naik 0,7% dibanding sesi sebelumnya, setelah sempat menyentuh puncak intraday di $4.014,6. Harga emas spot juga mencatat rekor baru di $3.990,85 per ons, menurut data Reuters, sebelum stabil di sekitar $3.985 pada akhir perdagangan Selasa.
“Arus safe haven yang kuat masih mengalir ke emas karena penutupan pemerintahan AS belum menunjukkan tanda-tanda berakhir,” beber Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, seperti dikutip Reuters. Investor, menurut dia, mencari lindung nilai dari ketidakpastian kebijakan fiskal dan politik.
Reli emas sepanjang 2025 ini mencapai 51%, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di pasar global. Kombinasi faktor — dari pelemahan dolar, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, hingga masuknya dana ke ETF emas — memperkuat posisinya sebagai aset lindung nilai utama.
Baca Juga
Bank Rakyat China memperpanjang pembelian emas untuk bulan ke-11 berturut-turut pada September, mempertegas strategi diversifikasi cadangan devisa di tengah tekanan geopolitik dan sanksi keuangan Barat. Di sisi lain, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas Desember 2026 menjadi $4.900 per ons, dengan asumsi permintaan ETF Barat dan pembelian bank sentral tetap solid.
Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, menyarankan investor untuk menempatkan sekitar 15% portofolio mereka pada emas. “Instrumen utang bukan penyimpan kekayaan yang efektif di era ketidakpastianEmas adalah satu-satunya aset yang cemerlang ketika bagian lain dari portofolio Anda turun,” urainya dalam Forum Ekonomi Greenwich di Connecticut, dikutip dari CNBC.
Hati-hati
Namun, peringatan datang dari Bank of America yang menilai reli emas berpotensi “kelelahan” menjelang akhir tahun. “Harga emas bisa mengalami konsolidasi atau koreksi jangka pendek,” tulis BofA dalam risetnya, menyarankan investor untuk tetap disiplin menghadapi pasar yang kian volatil.
Dengan pemerintahan AS yang lumpuh selama sepekan, inflasi global yang belum reda, dan ketegangan politik di Eropa serta Asia, emas kembali menjadi simbol perlindungan kekayaan di era penuh guncangan.
Baca Juga
PM Prancis Lecornu Mengundurkan Diri, Picu Kekacauan Politik Baru
Momentum ini menunjukkan bahwa dunia sedang kembali mencari jangkar stabilitas, dan saat ini, jangkar itu berwujud emas.

