Perak Terbang Cetak Sejarah Baru di Pasar Global, Emas Ikut Melonjak
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Harga perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Jumat (19/12/2025), didorong kuatnya permintaan investasi dan pasokan yang semakin ketat. Sementara harga emas mengincar kenaikan mingguan seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.
Harga perak naik 2,3% menjadi US$ 66,96 per ons dan diperkirakan mengakhiri pekan ini dengan kenaikan 8,1% setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 67,20 dalam sesi perdagangan. Lonjakan tersebut menandai momentum kuat perak di tengah meningkatnya minat investor global.
Sementara itu, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.346,69 per ons dan diproyeksikan mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 1%. Kontrak berjangka emas AS turut menguat 0,4% ke level US$ 4.380 per ons.
Kepala Trader di US Global Investors, Michael Matousek, menilai pergerakan perak dan emas masih sangat berkorelasi, meski dalam beberapa bulan terakhir perak justru memimpin reli.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Melemah Setelah Cetak Rekor Tertinggi
“Emas dan perak sangat berkorelasi dan biasanya emas memimpin, tetapi dalam 2 bulan terakhir, kita melihat perak memimpin. Jadi, setiap kali Anda melihat selisih harga yang begitu lebar, orang akan mulai memperhatikan emas dan memperketat posisinya dalam jangka pendek,” kata Matousek dilansir CNBC.
Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak 132%, jauh melampaui kenaikan harga emas yang tercatat sebesar 65%. Kinerja tersebut didorong oleh permintaan investasi yang solid di tengah keterbatasan pasokan global.
Kepala Ahli Strategi Pasar di Blue Line Futures, Phillip Streible, mengatakan arus dana ke produk investasi berbasis perak menjadi pendorong utama reli harga. “Arus ETF atau exchange trade fund (dalam perak) terus mendominasi tema tersebut, serta beberapa spekulasi dari investor ritel,” ujar Streible.
Dari sisi makroekonomi, data terbaru semakin memperkuat optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga. Indeks harga konsumen Amerika Serikat tercatat naik 2,7% secara tahunan pada November, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang memproyeksikan kenaikan 3,1%.
Tekanan pada ekonomi AS juga tercermin dari pasar tenaga kerja. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada November, tertinggi sejak September 2021.
“Kita telah melihat data inflasi yang lebih rendah, laporan ketenagakerjaan yang melemah. Ini benar-benar menegaskan bahwa Federal Reserve harus terus melanjutkan kebijakan pelonggaran mereka, itu adalah salah satu pendorong utamanya. Kedua adalah banyak ketidakpastian seputar kebijakan bank sentral selanjutnya,” tambah Streible.
Baca Juga
Berdasarkan data London Stock Exchange Group (LSEG), para pedagang terus memasang taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali masing-masing sebesar 25 basis poin pada tahun depan.
Selain emas dan perak, logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan. Harga platinum naik 3,2% menjadi US$ 1.977,85 per ons setelah menyentuh level tertinggi lebih dari 17 tahun pada Kamis. Paladium menguat 0,4% ke US$ 1.701,75 per ons setelah mencapai level tertinggi hampir 3 tahun dalam sesi sebelumnya. Kedua logam tersebut diperkirakan akan membukukan kenaikan mingguan.

