Yield USTreasury 10 Tahun Tertekan usai Rilis Data Inflasi AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak turun pada Kamis (18/12/2025), seiring investor mencerna data inflasi tertunda yang menunjukkan tekanan harga mulai mereda.
Baca Juga
Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan, Buka Harapan Pelonggaran Kebijakan The Fed
Yield Treasury 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,118%. Yield Treasury 2 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 3,46%, sementara yield obligasi 30 tahun melemah lebih dari 2 basis poin ke 4,80%.
Indeks Harga Konsumen November naik pada laju tahunan 2,7%, menurut laporan tertunda Biro Statistik Tenaga Kerja. Ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan inflasi naik 3,1%.
Inflasi inti, yang mengecualikan pangan dan energi, juga lebih rendah dari perkiraan dengan kenaikan 2,6% dalam 12 bulan, dibandingkan ekspektasi 3%.
“Secara keseluruhan, pasar hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Jika data terbaru dari Washington benar, tekanan inflasi inti praktis menghilang meski tarif impor tahun ini melonjak ke level yang sangat tinggi,” ujar Kepala Ekonom FWDBONDS, Christopher Rupkey, seperti dikutip CNBC.
Karena rilis CPI Oktober dibatalkan, laporan Kamis tidak memuat sejumlah komponen standar CPI. BLS menyatakan tidak dapat mengumpulkan kembali data survei Oktober, namun mengandalkan “sumber data non-survei” untuk menyusun indeks. Akibatnya, ekonom cenderung berhati-hati menafsirkan laporan ini sebagai bukti kuat inflasi berada pada jalur penurunan berkelanjutan.
Baca Juga
“Ini baru satu bulan data dan distorsi tidak bisa dikesampingkan, namun penurunan tajam inflasi tahunan membuat The Fed sulit mengabaikan meningkatnya pengangguran,” kata Kepala Strategi Global Principal Asset Management, Seema Shah.
Di sisi pasar tenaga kerja, data terbaru menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 224.000 pada pekan yang berakhir 13 Desember, dibandingkan 237.000 pada pekan sebelumnya.
Pelaku pasar juga mencermati dinamika politik di Washington, seiring pemerintahan Presiden Donald Trump melanjutkan pencarian pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Trump pada Kamis memberikan komentar positif tentang Gubernur The Fed Christopher Waller sebagai salah satu kandidat potensial.

