Wall Street Tumbang Gegara Investor ‘Pull Out’ dari Saham AI, S&P 500 dan Nasdaq Merosot Lebih dari 1%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Jumat waktu AS atau Sabtu (13/12/2025). Investor terus keluar dari saham teknologi dan beralih ke sektor-sektor bernilai. Indeks S&P 500 turun 1,07% menjadi 6.827,41, sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,69% ke 23.195,17.
Indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 245,96 poin atau 0,51% ke 48.458,05 meski sempat mencetak rekor intraday baru. Indeks small-cap Russell 2000 jatuh 1,51% ke 2.551,46 setelah juga menyentuh rekor intraday.
Baca Juga
Wall Street Melaju di Tengah Rotasi Portofolio Saham AI, Dow dan S&P 500 Cetak Rekor Baru
Tekanan terbesar datang dari saham Broadcom, yang anjlok lebih dari 11%. Menurut sejumlah analis, penurunan itu dipicu kekhawatiran terkait margin perusahaan, meski kinerjanya melampaui ekspektasi pada kuartal keempat dan memproyeksikan penjualan chip AI akan berlipat ganda.
Saham-saham lain yang terkait dengan AI seperti AMD, Palantir Technologies, dan Micron juga melemah.
‘Value Stock’ Ungguli ‘Growth Stock’
Saat saham AI terkoreksi, sejumlah sektor seperti keuangan, kesehatan, dan industri mencatat kenaikan. Saham Visa, Mastercard, UnitedHealth Group, dan GE Aerospace menjadi pendorong utama.
“Ini hari di mana ‘value stock’ mengungguli ‘growth stock’. Investor tampak gugup terkait AI — bukan pesimistis, tetapi lebih hati-hati dan waspada,” kata Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management, seperti dikutip CNBC.
Aksi Jumat melanjutkan pola rotasi pasar setelah investor pada Kamis masuk ke saham-saham siklikal dan mengambil keuntungan dari saham-saham bertema AI. Pergeseran ini terjadi setelah Federal Reserve memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Setelah The Fed Pangkas suku Bunga, Dow Terbang Hampir 500 Poin
Pada sesi sebelumnya, kenaikan Visa dan UnitedHealth mendorong Dow mencetak rekor penutupan baru. S&P 500 juga mencetak rekor, sementara Nasdaq berakhir lebih rendah akibat jatuhnya saham-saham teknologi besar seperti Alphabet dan Nvidia.
“Tidak mungkin sektor yang sama terus memimpin pasar setiap bulan tanpa jeda — ini normal. Dapat diperkirakan, tetapi tidak sepenuhnya masuk akal,” urai Ellerbroek.
Dengan pelemahan Jumat, S&P 500 dan Nasdaq mencatat kinerja mingguan negatif, masing-masing turun 0,6% dan 1,6%. Dow justru naik 1,1% sepekan. Performa small-cap juga lebih unggul, dengan Russell 2000 naik 1,2% pada minggu tersebut dan mencetak rekor intraday serta penutupan baru pada Kamis.

