PLN Putuskan Pull Out dari IBC, Mengapa?
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) memutuskan tidak akan menambah porsi kepemilikan saham di Indonesia Battery Corporation (IBC), BUMN yang bergerak di ekosistem baterai kendaraan lisitrik. Perusahaan setrum pelat merah tersebut justru memilih untuk pull out (menarik diri) dari kepemilikan saham di IBC.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN Hartanto Wibowo menyampaikan, keputusan ini diambil lantaran perseroan membutuhkan investasi sangat besar untuk mengimplementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) selama 10 tahun ke depan.
Baca Juga
PLN Prediksi 15.600 Mobil Listrik Bakal Melintas Saat Mudik Lebaran 2025
“PLN secara masif harus melakukan kebutuhan investasi yang sangat luar biasa, US$ 162 miliar untuk mengeksekusi RUPTL selama 10 tahun ke depan, termasuk pembangunan transmisi lebih Rp 400 triliun, maka kami tidak akan menambah kepemilikan saham dan pull out,” kata Hartanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Senin (17/2/2025).
Dia mengungkapkan, langkah PLN untuk menarik diri dari kepemilikan saham di IBC tersebut sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski begitu, PLN berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Tanah Air.
Baca Juga
“Jadi ke depan kami akan terus mendukung pengembangan EV dan ekosistem baterai yang dibangun IBC. PLN berada di dalam posisi di luar IBC tersebut,” ujar Hartanto.
Sebagai informasi, IBC adalah perusahaan BUMN yang bergerak di ekosistem battery electric vehicle (BEV) dan EV, yang sahamnya dipegang PT Antam (Persero), PT Inalum (Persero), PT Pertamina New & Renewable Energy, dan PT PLN (Persero) masing-masing sebesar 25%.

