Bursa Eropa Menghijau, Investor Cerna Keputusan The Fed dan Bank Sentral Swiss
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa menguat pada Kamis (11/12/2025). Investor mencerna pemangkasan suku bunga terbaru The Federal Reserve serta keputusan Bank Sentral Swiss (SNB) yang menahan suku bunga. Indeks Stoxx 600 naik 0,5%, dengan sebagian besar sektor dan bursa regional berakhir di zona hijau.
Baca Juga
Bursa Eropa Melemah, Saham Produsen Ray-Ban Anjlok Gegara Google Masuk Pasar Kacamata AI
SNB mempertahankan suku bunga acuan di 0% dalam keputusan kebijakan terbarunya, dengan alasan inflasi yang muncul sedikit lebih rendah dari perkiraan. Bank menilai pertumbuhan ekonomi global pada kuartal ketiga lebih kuat dari ekspektasi, meski tarif impor AS dan ketidakpastian kebijakan perdagangan terus menekan prospek global. Namun, SNB menyebut banyak negara masih menunjukkan ketahanan ekonomi lebih baik dari asumsi sebelumnya.
Menetapkan arah suku bunga kini menjadi keseimbangan yang rumit bagi pembuat kebijakan SNB, yang berusaha menghindari suku bunga negatif ketika Swiss mendekati kondisi disinflasi. Inflasi Swiss turun kembali ke 0% pada November, sementara permintaan kuat terhadap franc Swiss — aset lindung nilai yang populer — mendorong tekanan deflasi pada ekonomi yang sangat bergantung ekspor tersebut.
Swiss juga terpukul oleh diberlakukannya tarif “resiprokal” AS yang lebih tinggi pada musim panas. Meski kedua negara mencapai kesepakatan bulan lalu untuk menurunkan tarif menjadi 15%, tarif sebelumnya sebesar 39% yang berlaku sejak Agustus telah menjadi beban berat bagi sejumlah sektor utama negara itu.
Sementara itu, pasar global bereaksi terhadap pemangkasan suku bunga ketiga The Fed tahun ini. Bank sentral AS memangkas suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 3,5%-3,75%, namun memberi sinyal jalan yang lebih menantang menuju penurunan selanjutnya. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pemangkasan ini menempatkan bank sentral pada posisi “nyaman” untuk menunggu perkembangan ekonomi, seraya menyoroti bahwa tarif impor Presiden Donald Trump turut memicu inflasi.
Baca Juga
The Fed Pangkas Bunga Acuan 25 Bps, Isyaratkan Kehati-hatian pada 2026
Powell akan mengakhiri masa jabatan keduanya dan hanya memiliki tiga pertemuan lagi sebelum digantikan kandidat pilihan Trump.
Investor kini menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England yang dijadwalkan pada 18 Desember. Inflasi Eropa dianggap berada pada tingkat netral, dan siklus pelonggaran ECB diperkirakan telah selesai. “ECB kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga lagi tahun ini atau tahun depan, dan keputusan The Fed tidak akan mengubah hal itu,” kata ekonom dari EIU, Matthew Sherwood, dalam acara di CNBC.
Sherwood memperkirakan pertumbuhan Eropa akan “sedikit meningkat” meski masih menghadapi “angin sakal global yang signifikan,” terutama dari kebijakan perdagangan AS. Namun ia melihat momentum positif pada 2026 seiring dorongan belanja infrastruktur dan pertahanan Jerman.
Sektor pertahanan menjadi salah satu penggerak utama sepanjang tahun, dengan indeks Stoxx 600 Aerospace and Defense melonjak 52% sejak awal tahun. Saham Rheinmetall turun 0,5% menyusul laporan adanya penawaran baru untuk pesaing Belanda KNDS.
Sektor teknologi melemah setelah hasil Oracle menekan sentimen. Saham SAP turun 0,8%, ASMI merosot 1%, dan ASML turun 0,5%.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar, investor mengalir ke aset aman. Harga perak spot menembus rekor lebih dari $62 per ons awal pekan ini, kemudian naik lagi ke level $63,85 pada Kamis. Pengamat pasar memperkirakan harga perak bisa menembus $100 tahun depan.
S&P 500 dan Nasdaq terakhir terlihat melemah, sementara Dow Jones menguat setelah hasil Oracle memicu kekhawatiran baru soal saham teknologi, meski pemangkasan suku bunga The Fed sebelumnya telah mendongkrak pasar.

