Investor Cerna Keputusan Bank Sentral Inggris dan AS, Pasar Eropa Menghijau
LONDON, investortrust.id – Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi pada Kamis (19/9/2024). Investor mencerna keputusan Bank of England yang mempertahankan suku bunga dan penurunan suku bunga Federal Reserve AS sebesar 50 basis poin.
Baca Juga
Indeks Stoxx 600 pan-Eropa mengakhiri sesi 1,36% lebih tinggi. Seluruh bursa utama dan sebagian besar sektor diperdagangkan di zona hijau, dengan saham pertambangan menguat 3,16%. Sektor utilitas turun 1,76%.
Para pengambil kebijakan Bank of England memilih untuk mempertahankan suku bunga di angka 5% dalam sebuah langkah yang telah diantisipasi secara luas. Bank sentral Inggris mengatakan “pendekatan bertahap” terhadap pelonggaran moneter.
Lindsay James, ahli strategi investasi di Quilter Investors, mengatakan keputusan tersebut kemungkinan membuka jalan bagi Bank Dunia untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan November.
“Meskipun saat ini mungkin ada jeda, konsensus umum adalah memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini dan tahun depan karena momentum ekonomi yang telah terbangun melambat dan inflasi tetap mendekati target,” kata James, dikutip CNBC.
“Pasar keuangan diperkirakan akan melakukan dua pemotongan lagi, dan dengan waktu yang hampir habis pada tahun 2024, pertemuan berikutnya kemungkinan ada pemotongan bunga oleh BoE,” tambahnya.
Keputusan BoE diambil sehari setelah The Fed mengumumkan pemotongan suku bunga jumbo sebesar 50 basis poin, sehingga kisaran targetnya menjadi 4,75% hingga 5,00%.
Saham-saham AS menguat karena investor mencerna keputusan tersebut.
Perdagangan di Asia Pasifik berombak pada hari Kamis setelah pemangkasan suku bunga The Fed, namun saham-saham pada akhirnya menguat.
Di Eropa, saham ritel naik 1,9%. Pengecer Inggris Next melonjak sebanyak 5,8% selama perdagangan pagi sebelum mundur tepat di atas garis datar. Perusahaan mengatakan mereka berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan laba tahunan hampir £1 miliar ($1,32 miliar) menyusul peningkatan penjualan pada semester pertama.
Baca Juga
Pasar Eropa Menguat, Saham Commerzbank Capai Level Tertinggi dalam 12 Tahun
Saham Commerzbank turun 1% karena perkembangan lebih lanjut muncul setelah UniCredit memperoleh 9% saham di pemberi pinjaman Jerman tersebut minggu lalu. CEO UniCredit Andrea Orcel mengatakan bank Italia tersebut mampu membeli 4,5% saham negara di Commerzbank karena pemerintah mempercayainya, Reuters melaporkan Kamis mengutip media lokal. Saham UniCredit sebagian besar tidak berubah.
Pada hari Kamis, bank sentral Norwegia mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam 16 tahun sebesar 4,5% dan mengatakan pihaknya berencana untuk mulai memotong biaya pinjaman mulai awal tahun depan.

