Bursa Eropa Melemah, Saham Produsen Ray-Ban Anjlok Gegara Google Masuk Pasar Kacamata AI
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa berakhir sedikit melemah pada Selasa (9/12/2025). Investor global menunggu pembaruan kebijakan moneter dari Federal Reserve AS. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi sedikit di bawah garis datar, turun 0,04%.
Baca Juga
Pasar Eropa Melemah Tipis Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Dilansir CNBC, saham EssilorLuxottica, produsen Ray-Ban yang bekerja sama dengan Meta dalam pengembangan kacamata pintar, ditutup turun 5,7% setelah Google mengumumkan rencana merilis kacamata bertenaga AI pertama pada 2026. Langkah tersebut menandai masuknya Google ke pasar perangkat wearable AI yang semakin kompetitif.
Sementara itu, The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir tahun ini. Berdasarkan alat FedWatch CME, pasar kini memperkirakan peluang 87% untuk pemangkasan seperempat poin ketika bank sentral menyelesaikan pertemuan dua harinya pada 10 Desember. Indeks saham AS bergerak sedikit lebih tinggi pada Selasa pagi.
Keputusan The Fed diperkirakan menjadi acuan bagi bank sentral Eropa, termasuk Swiss National Bank yang akan menyampaikan kebijakan pada Kamis, disusul Bank of England dan European Central Bank pada 18 Desember. Norges Bank Norwegia dan Riksbank Swedia juga dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari yang sama.
Baca Juga
Investor Hati-hati, Wall Street Melorot Jelang Pertemuan The Fed
Dari sisi korporasi, Uni Eropa mengumumkan kesepakatan untuk “menyederhanakan” aturan keberlanjutan perusahaan. Dalam sistem yang diperbarui, sebagian besar perusahaan di UE akan dibebaskan dari kewajiban pelaporan keberlanjutan.
“Hari ini kami memenuhi janji untuk mengurangi beban dan aturan serta meningkatkan daya saing UE. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif bagi pertumbuhan dan inovasi,” beber Marie Bjerre, menteri urusan Eropa Denmark.
Investor juga mencerna komentar Presiden AS Donald Trump, yang pada Senin mengatakan bahwa AS akan mengizinkan Nvidia mengirim chip AI H200 kepada “pelanggan yang disetujui” di Tiongkok — dengan syarat AS mendapat porsi 25% dari hasil penjualan.
Di tempat lain, Deutsche Bank menurunkan rekomendasi saham raksasa otomotif Volvo dari Buy menjadi Hold pada Selasa, serta menurunkan target harganya 1,8%. Saham Volvo berakhir turun 2,1%. Deutsche Bank juga memangkas target harga Daimler Truck sebesar 4,7%.
“Kontraksi signifikan pasar AS tahun ini kembali menguji ketahanan produsen truk. Dengan proyeksi pasar yang beragam tahun depan, kami memperkirakan AS akan tetap menjadi arena persaingan utama,” tulis profesional strategi bank tersebut.
Saham energi angin Eropa ikut bergerak setelah seorang hakim AS membatalkan larangan Presiden Donald Trump terhadap proyek energi angin baru. Saham Vestas turun 0,4%, sedangkan Orsted ditutup 0,3% lebih rendah.
Trump telah menargetkan industri tenaga angin sejak hari pertama menjabat, ketika ia melarang sewa baru untuk ladang angin lepas pantai. Pada September, seorang hakim federal mengizinkan Orsted melanjutkan pembangunan proyek Revolution Wind di pesisir New England, yang sempat dihentikan Trump meski sudah hampir rampung.
Pada Senin, perusahaan es krim Magnum resmi melantai di bursa Amsterdam setelah dipisahkan dari Unilever. Sahamnya turun 3,7% pada penutupan Selasa. Data ekonomi yang dirilis Selasa mencakup ekspor Jerman, inflasi Belanda, dan penjualan ritel Inggris.

