Pasar Asia Mayoritas Menguat, Nikkei 225 Jepang Melonjak Dipimpin Saham Teknologi
Poin Penting
• Peluang pemangkasan suku bunga The Fed melonjak menjadi 89%, memicu penguatan pasar Asia.
• Bursa Jepang memimpin reli regional, didukung lonjakan saham Fanuc, SoftBank, Lasertec, dan Renesas.
• Rupee India mencetak rekor terlemah baru, sementara saham IndiGo tertekan akibat gelombang pembatalan penerbangan.
• Kinerja regional bervariasi, dengan Australia, Hong Kong, dan Tiongkok menguat, sementara Korea Selatan melemah.
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Kamis (4/12/2025), setelah Wall Street ditutup positif menyusul harapan bahwa Federal Reserve dapat memangkas suku bunga pekan depan. Harapan itu dipicu data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan.
Baca Juga
ADP: Perekrutan Swasta AS Merosot, PHK Massal Terjadi di Bisnis Skala Kecil
Perusahaan penggajian ADP melaporkan bahwa perusahaan swasta di AS memangkas 32.000 pekerja pada November, berbanding penambahan 47.000 pekerja di Oktober, dan jauh di bawah perkiraan ekonom Dow Jones yang memproyeksikan kenaikan 40.000 pekerja.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini menilai peluang 89% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan 9–10 Desember — jauh meningkat dibandingkan ekspektasi beberapa pekan sebelumnya.
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang Nikkei 225 melonjak 2,33% menjadi 51.028,42, sementara Topix naik 1,92% menjadi 3.398,21. Saham sektor industri dan teknologi memimpin kenaikan, termasuk Fanuc yang melesat lebih dari 12% setelah mengumumkan kemitraan dengan Nvidia pada Selasa. SoftBank juga mencatat penguatan lebih dari 9% untuk hari kedua.
Saham Lasertec menguat 6,24% dalam tiga sesi beruntun, sementara Renesas Electronics melonjak lebih dari 10% menyusul laporan bahwa perusahaan semikonduktor asal California, SiTime Corp, tengah dalam pembicaraan untuk mengakuisisi unit bisnis timing Renesas dengan nilai transaksi yang dapat mencapai US$2 miliar, termasuk utang.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,19% menjadi 4.028,51, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq melemah 0,23% menjadi 929,83.
Australia ASX/S&P 200 naik 0,27% menjadi 8.618,4. Hong Kong Hang Seng Index menguat 0,51%, sementara CSI 300 di daratan Tiongkok bertambah 0,34% menjadi 4.546,57.
Di India, Nifty 50 bergerak tipis di atas garis datar, sedangkan BSE Sensex naik 0,14%. Nilai tukar rupee dibuka pada rekor terendah baru 90,4 per dolar AS, memperpanjang tren pelemahan tiga hari berturut-turut.
Saham maskapai IndiGo turun hingga 3% setelah serangkaian pembatalan penerbangan sejak Senin. Maskapai menyebut gangguan itu dipicu cuaca buruk, peningkatan kemacetan, serta penerapan aturan jadwal kru yang diperbarui. Gangguan dilaporkan berlanjut hingga hari keempat, dengan 73 penerbangan IndiGo dibatalkan di Bengaluru pada Kamis.
Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average menguat 408,44 poin atau 0,86% menjadi 47.882,90. S&P 500 naik 0,30% menjadi 6.849,72, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,17% menjadi 23.454,09.
Baca Juga
Sinyal Kuat Pemangkasan Bunga Fed Dongkrak Wall Street, Dow Melesat 400 Poin
Saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan menjadi penekan utama indeks AS, setelah laporan The Information menyebut Microsoft memangkas target kuota penjualan perangkat lunak berbasis AI. Tekanan juga datang dari saham-saham teknologi besar seperti Nvidia dan Broadcom. Microsoft kemudian membantah laporan tersebut, membuat sahamnya sedikit pulih pada perdagangan after-hours.

