Pasar Asia Mayoritas Menguat, Nikkei 225 Jepang Tembus 44.000
Pasar Asia Mayoritas Menguat, Nikkei 225 Jepang Tembus 44.000
Poin Penting
- Nikkei 225 melonjak 0,9% ke rekor 44.000, dipimpin saham teknologi.
- Julius Baer perkirakan Nikkei tembus 46.000 dalam 12 bulan.
- IHSG melemah usai reshuffle Kabinet Merah Putih
- Wall Street menguat, Nasdaq catat rekor baru 21.798,70.
TOKYO, investortrust.id - Indeks Nikkei 225 Jepang menembus rekor baru di atas 44.000, mencatat reli dua hari berturut-turut setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya pada akhir pekan.
Baca Juga
Pasar Asia Positif, Investor Waspadai Ketidakpastian Politik Jepang
Indeks acuan Jepang Nikkei 225 melonjak 0,9% ke rekor tertinggi, sedangkan Topix naik 0,52%.
Sektor teknologi memimpin penguatan indeks, menurut data LSEG. Saham Advantest memimpin kenaikan di kawasan, melonjak 7,62%. Tokyo Electron naik 3,64%, sementara Renesas Electronics menguat 2,59%.
“Investor bertaruh bahwa pemimpin berikutnya dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa bisa meluncurkan gelombang baru stimulus fiskal untuk mendorong ekonomi,” tulis Hani Abuagla, analis pasar senior di XTB Investing, dikutip dari CNBC, Selasa (9/9/2025).
Meski volatilitas jangka pendek diperkirakan meningkat di tengah ketidakpastian politik, menurut Louis Chua, analis riset ekuitas Asia di Julius Baer, perubahan mendatang pada akhirnya akan memberikan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang yang lebih besar, serta lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan pasar saham, Bank tersebut memperkirakan Nikkei 225 akan terus naik, dengan target 46.000 dalam 12 bulan.
Yen Jepang menguat 0,1% menjadi 147,38 per dolar AS.
Secara lebih luas, pasar Asia-Pasifik pada Selasa diperdagangkan mayoritas menguat, mengikuti reli Wall Street yang terdorong saham teknologi.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,35%, sementara Kosdaq yang berkapitalisasi kecil menguat 0,19%.
Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia turun 0,29%.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,25%, sementara CSI 300 daratan melemah 0,41%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia melemah setelah Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan memberhentikan Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan pada Senin malam. Ia digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sejak 2020 menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan.
Di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup menguat. Nasdaq Composite mencetak rekor baru seiring investor bersiap menghadapi pekan yang padat data dengan dua rilis inflasi yang diawasi ketat.
Baca Juga
Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi, Nasdaq Melesat Tembus Rekor Baru
Nasdaq yang sarat saham teknologi ditutup naik 0,45% ke 21.798,70, rekor baru setelah menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa. S&P 500 naik 0,21% ke 6.495,15, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 114,09 poin atau 0,25% ke 45.514,95.
Kenaikan dipimpin oleh saham produsen chip Broadcom yang menguat 3%, serta Nvidia yang naik hampir 1% setelah sebelumnya sempat melemah tajam sebulan terakhir. Amazon dan Microsoft juga ditutup lebih tinggi.

