Yield Treasury 10-Tahun Turun Setelah Payroll Swasta AS Melemah
Poin Penting
• Yield Treasury turun setelah payroll swasta ADP melemah 32.000 pada November.
• Pasar memperkirakan peluang 89% pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan.
• Data ADP memperkuat argumen kubu dovish bahwa perlambatan pasar tenaga kerja lebih penting dibanding kekhawatiran inflasi.
• ISM Services PMI naik menjadi 52,6%, memberi tanda stabilitas ekonomi menjelang rilis data ekonomi lainnya.
NEW YORK, investortrust.id - Yield obligasi pemerintah AS turun pada Rabu (3/12/2025) setelah data payroll swasta menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja. Data ADP memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan kembali menurunkan suku bunga acuan seperempat poin pada pertemuan terakhir tahun ini pekan depan.
Baca Juga
ADP: Perekrutan Swasta AS Merosot, PHK Massal Terjadi di Bisnis Skala Kecil
Yield Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 4,059%, sementara yield 30 tahun turun kurang dari 2 basis poin menjadi 4,727%. Yield Treasury 2 tahun—yang paling sensitif terhadap kebijakan moneter jangka pendek—turun 3 basis poin ke 3,486%.
Laporan ADP menunjukkan payroll sektor swasta turun 32.000 pekerjaan pada November. Ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan kenaikan 40.000. Kontraksi ini juga menghapus kenaikan 47.000 pada Oktober.
“Angka negatif ADP November memberi dorongan pada pasar obligasi,” kata Christopher Rupkey, Kepala Ekonom FWDBONDS, seperti dikutip CNBC. Yield turun karena antisipasi pemangkasan suku bunga ketiga oleh pejabat The Fed dalam pertemuan pekan depan. The Fed sebelumnya memangkas suku bunga masing-masing 25 bps pada September dan Oktober; tidak ada pertemuan pada November.
Laporan ADP memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter untuk mengantisipasi perlambatan pasar tenaga kerja. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas turunnya suku bunga acuan ke kisaran 3,50%–3,75% pekan depan mencapai 89%, naik dari hampir 67% sebulan lalu.
“Perubahan besar telah terjadi, dari hanya 30% peluang pemangkasan di Desember menjadi sekitar 95% dalam dua minggu terakhir. Data ADP ini semakin menegaskan pandangan kubu dovish bahwa melemahnya pasar kerja lebih penting dibanding kekhawatiran inflasi 2–3%,” beber Chris Zaccarelli, CIO Northlight Asset Management. Ia menambahkan bahwa “pemangkasan seperempat poin hampir pasti akan diumumkan pada 10 Desember.”
Namun Zaccarelli menilai proyeksi suku bunga setelah itu masih penuh ketidakpastian. “Ekspektasi kami adalah kubu dovish akan menang dan sejumlah pemangkasan terjadi tahun depan, meski jeda di beberapa pertemuan mungkin diperlukan, dan jumlah pemangkasan kemungkinan lebih sedikit dari perkiraan saat ini. Itu sebabnya kami bullish menuju tahun baru tetapi lebih berhati-hati memasuki 2026,” urainya.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
Setelah laporan ADP, indeks ISM Services PMI untuk November sedikit naik ke 52,6%, sedikit di atas perkiraan Dow Jones sebesar 52,5%, menunjukkan ekonomi AS masih bertahan.
Data ekonomi lain yang akan dirilis pekan ini termasuk klaim pengangguran mingguan pada Kamis serta indeks PCE yang tertunda untuk September pada Jumat.

