Saham Hugo Boss Anjlok 10% Seiring Proyeksi 2026 yang Menantang, tapi Bursa Eropa Berakhir Positif
Poin Penting
• Stoxx 600 ditutup naik tipis, mengikuti penguatan pasar global.
• Inditex melonjak 10% setelah mencatat hasil sembilan bulan yang solid dan awal kuartal keempat yang kuat.
• Persaingan dari Shein dan Temu menekan performa saham Inditex sepanjang tahun.
• Hugo Boss anjlok hampir 10% setelah memperingatkan penurunan penjualan jangka pendek menuju 2026.
LONDON, investortrust.id - Bursa Eropa berakhir positif pada Rabu (3/12/2025) ketika pasar global bergerak menguat. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi dengan kenaikan hampir 0,1%, sementara pergerakan sektoral dan bursa utama tampak beragam.
Baca Juga
Kenaikan ini mengikuti pemulihan indeks utama AS pada Selasa serta penguatan luas pasar Asia-Pasifik, setelah sempat mencatat pelemahan di awal pekan.
Di Wall Street, reli Selasa ditopang saham teknologi seperti Nvidia serta rebound bitcoin, sehari setelah mata uang kripto tersebut mencatat penurunan terburuk sejak Maret. Meski saham teknologi melemah kembali pada Kamis dan menekan Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones tetap berada di zona positif.
Investor kini menimbang peluang terjadinya reli akhir tahun, mengingat historis Desember yang cenderung mendukung penguatan saham AS, serta performa November yang lemah akibat aksi ambil untung pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Baca Juga
Wall Street Rebound Didorong Lonjakan Bitcoin dan Reli Saham Teknologi
Dari sisi emiten, perusahaan induk Zara, Inditex, mencatat hasil kuat untuk periode sembilan bulan hingga 1 Desember, dengan pertumbuhan penjualan yang disesuaikan mata uang sebesar 10,6% dibanding periode sama 2024. Sahamnya melesat 10%. Perusahaan asal Spanyol itu menyebut koleksi musim gugur dan musim dingin “masih diterima dengan baik.”
Grup fast-fashion tersebut—yang juga memiliki Bershka, Massimo Dutti, Oysho, Pull & Bear, dan Stradivarius—mencatat pertumbuhan penjualan yang disesuaikan mata uang sebesar 8,4% secara tahunan menjadi 9,8 miliar euro, sementara EBITDA naik 8,9% menjadi 3,2 miliar euro.
Meski demikian, saham Inditex yang tercatat di Madrid masih tertinggal dari Stoxx 600 sepanjang tahun ini, turun hampir 7% year-to-date hingga sesi perdagangan Rabu, di tengah persaingan ketat dari merek berbiaya rendah asal Tiongkok seperti Shein dan Temu.
“Ini adalah rangkaian kinerja yang sangat impresif dari Inditex, dengan perdagangan yang kuat di paruh kedua kuartal ketiga,” ujar analis Barclays Matthew Clements, seperti dikutip CNBC. Ia menambahkan, margin kotor yang meningkat signifikan serta awal kuartal keempat yang solid, termasuk periode Black Friday, memberi keyakinan menjelang 2026.
Sementara itu, merek mode Jerman Hugo Boss memperbarui panduan kinerja 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi strategis untuk “membuka jalan bagi pertumbuhan yang lebih menguntungkan.”
Perusahaan memperkirakan laba sebelum bunga dan pajak pada 2026 berada di kisaran 300–350 juta euro, namun juga memperkirakan penurunan penjualan jangka pendek yang mengindikasikan tahun yang menantang. Sahamnya merosot hampir 10%.

