Wall Street Rebound Didorong Lonjakan Bitcoin dan Reli Saham Teknologi
Poin Penting
• Indeks Dow, S&P 500, dan Nasdaq ditutup menguat, didorong rebound bitcoin lebih dari 7% dan penguatan saham teknologi berbasis AI.
• Nvidia naik hampir 1%, sementara Credo Technology melonjak 10% setelah laporan laba yang lebih kuat dari ekspektasi.
• Pasar masih berfluktuasi, dengan beberapa indeks sempat masuk zona merah sebelum kembali pulih.
• Investor optimistis terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan, dengan peluang sekitar 89%.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS rebound pada Selasa waktu AS atau Rabu (3/12/2025) WIB.
Indeks utama Wall Street kompak menguat, didukung lonjakan bitcoin dan reli saham teknologi. Dow Jones naik 185,13 poin atau 0,39% menjadi 47.474,46. S&P 500 bertambah 0,25% ke 6.829,37, sedangkan Nasdaq menguat 0,59% ke 23.413,67.
Baca Juga
Wall Street Terpukul Kejatuhan Kripto, Dow Tergerus Lebih dari 400 Poin
Bitcoin melonjak sekitar 7%, membalikkan sebagian kerugian hari sebelumnya. Saham-saham teknologi yang terkait perdagangan kecerdasan buatan ikut menopang pasar. Nvidia naik hampir 1%, sedangkan Credo Technology melesat 10% dan mencetak rekor baru setelah membukukan kinerja kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
Meski menguat, sesi perdagangan berlangsung fluktuatif. S&P 500 dan Dow sempat jatuh ke wilayah negatif, sementara Nasdaq hampir menyentuh garis datar sebelum kembali naik. Sentimen pasar belakangan tertekan akibat kekhawatiran inflasi yang bertahan tinggi, valuasi yang mahal, serta ketidakpastian imbal hasil dari belanja AI.
Harapan Pemangkasan Bunga Fed
Investor kini menanti potensi pemicu reli akhir tahun. Harapan meningkat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan 10 Desember, dengan probabilitas sekitar 89% menurut CME FedWatch Tool.
Baca Juga
Harapan Pemangkasan Bunga Fed Jadi Katalis Positif, Tiga Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
“Pasar mulai mengalihkan fokus dari ketidakpastian kebijakan The Fed menuju proyeksi laba kuartal IV dan 2026 yang lebih positif,” beber Doug Beath, ahli strategi ekuitas global di Wells Fargo Investment Institute, seperti dikutip CNBC.
Secara musiman, Desember memang condong menguntungkan pasar saham, dengan rata-rata kenaikan lebih dari 1% sejak 1950 menurut Stock Trader’s Almanac.

