Wall Street Terpukul Kejatuhan Kripto, Dow Tergerus Lebih dari 400 Poin
Poin Penting
• Semua indeks utama — Dow, S&P 500, dan Nasdaq — menghentikan reli lima hari setelah Bitcoin anjlok sekitar 6%.
• Koreksi tajam pada kripto menyeret saham terkait seperti Coinbase dan Strategy; saham AI seperti Broadcom dan Super Micro Computer ikut melemah.
• Nvidia justru naik lebih dari 1% dan memicu kenaikan Synopsys setelah mengumumkan investasi strategis.
• Sektor ritel menguat, dengan ETF XRT mencatat kenaikan lima hari lebih dari 6% seiring meningkatnya aktivitas belanja liburan.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS terpuruk pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (2/12/2025) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 427,09 poin atau 0,9%, menghentikan reli lima hari berturut-turut. S&P 500 turun 0,53% menjadi 6.812,63 dan Nasdaq Composite melemah 0,38% ke 23.275,92. Koreksi ini terjadi seiring pasar saham mengikuti penurunan tajam aset kripto.
Baca Juga
Harapan Pemangkasan Bunga Fed Jadi Katalis Positif, Tiga Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Bitcoin, mata uang kripto terbesar, merosot sekitar 6% hingga diperdagangkan di bawah US$86.000—hari terburuk sejak Maret. Penurunan ini memberi tekanan besar pada sentimen pasar. Saham-saham terkait kripto seperti Coinbase dan Strategy ikut jatuh.
Pada saham teknologi, Broadcom dan Super Micro Computer masing-masing turun lebih dari 4% dan 1%, mencerminkan aksi ambil untung di saham-saham kecerdasan buatan. Namun, saham Synopsys melesat setelah Nvidia mengumumkan investasi pada perusahaan tersebut. Saham Nvidia sendiri naik lebih dari 1%.
Di luar sektor teknologi, saham perusahaan ritel seperti Ulta dan Walmart menguat di tengah memanasnya musim belanja akhir tahun. ETF State Street SPDR S&P Retail (XRT) mencatatkan kenaikan lebih dari 6% dalam lima hari.
Pekan sebelumnya, Wall Street mencatat kinerja kuat. Dow dan S&P 500 naik lebih dari 3%, sedangkan Nasdaq melonjak hampir 5%. Namun, di bulan November yang penuh gejolak, S&P 500 dan Dow hanya sedikit di atas level awal bulan, sedangkan Nasdaq turun 1,5% sehingga menghentikan reli tujuh bulan. Pada satu titik, Nasdaq sempat melemah hampir 8% dari penutupan Oktober akibat kekhawatiran valuasi saham AI.
Secara musiman, Desember biasanya positif bagi pasar. S&P 500 rata-rata naik lebih dari 1% pada bulan ini sejak 1950, menurut Stock Trader’s Almanac.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
"Pasar saham sedang memasuki periode pencernaan," ujar Robert Schein, CIO Blanke Schein Wealth Management, seperti dikutip CNBC. Namun, menurut dia, latar belakang untuk saham tetap solid, terutama dengan probabilitas tinggi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pekan depan.

