Lapangan Kerja AS Tumbuh Solid pada September, tapi Pengangguran Naik
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Setelah tertunda gara-gara shutdown, Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS/Bureau of Labor Statistics) AS akhirnya merilis laporan terbaru yang telah lama dinantikan, Kamis (20/11/2025). Laporan itu menyebutkan bahwa perekonomian Amerika Serikat menambah lebih banyak pekerjaan dari yang diperkirakan pada September.
Baca Juga
Payroll non-farm meningkat 119.000 pada September, bangkit dari kehilangan 4.000 pekerjaan pada Agustus setelah revisi ke bawah. Konsensus Dow Jones untuk September sebelumnya hanya 50.000. Total data Juli juga direvisi turun menjadi 72.000, berkurang 7.000 dari rilis sebelumnya.
Selain angka utama payroll, BLS menyebut tingkat pengangguran naik tipis ke 4,4%, tertinggi sejak Oktober 2021. Ukuran lebih luas, mencakup mereka yang tidak aktif mencari pekerjaan atau bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi, turun menjadi 8%.
Rata-rata upah per jam naik 0,2% pada bulan tersebut dan 3,8% secara tahunan, dibandingkan proyeksi masing-masing 0,3% dan 3,7%.
Laporan ini mengakhiri kekosongan data pasar tenaga kerja yang dimulai awal September dan berlangsung sepanjang shutdown pemerintah selama 44 hari—terlama sepanjang sejarah—yang mencegah lembaga seperti BLS dan BEA mengumpulkan atau merilis data.
Ini merupakan laporan pekerjaan pertama sejak data Agustus yang dirilis 5 September, serta laporan kedua sejak Presiden Trump memecat mantan Komisaris BLS Erika McEntarfer pada 1 Agustus menyusul laporan pekerjaan Juli yang mengalami revisi besar.
“Laporan pekerjaan September menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup tangguh sebelum shutdown, dengan hasil payroll mengalahkan ekspektasi, namun gambaran tetap buram karena data Agustus direvisi menjadi kehilangan pekerjaan dan tingkat pengangguran meningkat,” beber Daniel Zhao, kepala ekonom Glassdoor, seperti dikutip CNBC. Angka-angka ini merupakan potret dari dua bulan lalu, dan tidak mencerminkan kondisi saat ini di November.
Futures saham melanjutkan penguatan setelah laporan dirilis, sementara imbal hasil Treasury cenderung lebih rendah.
Pandangan soal Suku Bunga Fed
Pelaku pasar juga mempertahankan pandangan bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga lebih jauh pada pertemuan 9–10 Desember. Ini adalah laporan pekerjaan terakhir sebelum keputusan tersebut. Nada hawkish dalam risalah pertemuan Oktober memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menahan kebijakan hingga akhir tahun.
Baca Juga
Risalah FOMC: Pejabat The Fed Terpecah soal Pemangkasan FFR Desember
“Meski laporan hari ini sangat bersifat retrospektif, dampaknya tetap menggerakkan pasar. Bursa saham menyukai payroll yang lebih kuat dari perkiraan, sementara pasar obligasi menyukai kenaikan pengangguran dan perlambatan upah yang mungkin menjaga peluang pemotongan suku bunga Desember tetap hidup,” urai Seema Shah, kepala strategi global Principal Asset Management.
Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan pasar tenaga kerja memasuki musim gugur dengan pola yang sama sepanjang tahun—pertumbuhan lambat namun stabil, dengan perusahaan enggan menambah atau mengurangi tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu kebijakan agresif pemerintah Trump.
Dalam rilis terpisah, Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal turun menjadi 220.000 untuk pekan yang berakhir 15 November, turun 8.000 dari periode sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan 227.000.
Pertumbuhan pekerjaan pada September terutama berasal dari sektor-sektor yang familiar: layanan kesehatan memimpin dengan 43.000, sesuai tren setahun terakhir. Bar dan restoran menambah 37.000, sementara layanan sosial menambah 14.000.
Di sisi lain, transportasi dan pergudangan kehilangan 25.000 pekerjaan. Pemerintah federal—yang sebelumnya menjadi penyumbang besar pertumbuhan tenaga kerja—turun 3.000, bagian dari total penurunan 97.000 sepanjang tahun kalender. Sektor jasa profesional dan bisnis juga turun 20.000, dipicu hilangnya 16.000 tenaga kerja kontrak.
Survei rumah tangga, yang digunakan untuk menghitung tingkat pengangguran, menunjukkan kondisi lebih cerah: jumlah pekerja meningkat 251.000, sementara angkatan kerja bertambah 470.000 menjadi rekor baru 171,2 juta. Tingkat partisipasi naik ke 62,4%, tertinggi sejak Mei.
Jumlah pekerja penuh waktu melonjak 673.000, sementara yang paruh waktu turun 573.000.
Kurangnya indikator selama shutdown menjadi tantangan bagi The Fed, yang telah memangkas suku bunga acuannya pada September dan Oktober, namun menghadapi keputusan sulit pada Desember. Risalah pertemuan Oktober menunjukkan ada kecenderungan kuat untuk menahan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Dengan rilis data payroll September, BLS bersiap mengeluarkan gelombang data lain dalam beberapa bulan mendatang. Rabu lalu, biro mengumumkan akan merilis data pekerjaan Oktober dan November secara bersamaan pada 16 Desember. Data Oktober tidak akan memuat perhitungan tingkat pengangguran karena survei rumah tangga tidak dapat diselesaikan selama shutdown.

