Penciptaan Lapangan Kerja di AS Melambat, tapi Pengangguran Justru Menurun
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menutup tahun 2025 dengan nada melemah. Penciptaan lapangan kerja pada Desember lebih rendah dari perkiraan, menurut laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS), Jumat (9/1/2026).
Baca Juga
Pengangguran AS Melonjak ke Level Tertinggi dalam 4 Tahun, Payroll Naik Tipis
Nonfarm payrolls hanya bertambah 50.000 secara musiman pada Desember, lebih rendah dari revisi turun November sebesar 56.000 dan jauh di bawah estimasi Dow Jones sebanyak 73.000.
Pada saat yang sama, tingkat pengangguran justru turun ke 4,4%, lebih baik dari perkiraan 4,5%.
Ukuran pengangguran yang lebih luas - mencakup pekerja yang mencari kerja serta mereka yang bekerja paruh waktu karena alasan ekonomi - turun menjadi 8,4%, atau turun 0,3 poin persentase dibanding November. Survei rumah tangga, yang digunakan untuk menghitung tingkat pengangguran, menunjukkan kenaikan jumlah pekerja sebesar 232.000, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja sedikit turun ke 62,4%.
Laporan ini memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya jelas tentang pasar tenaga kerja, dengan perusahaan melaporkan tingkat perekrutan yang rendah, tetapi rumah tangga justru menunjukkan peningkatan jumlah orang yang bekerja.
Futures pasar saham menguat setelah rilis data tersebut, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS relatif stabil.
Revisi data juga menekan angka bulan-bulan sebelumnya. Total payroll November direvisi turun 8.000, sementara penurunan Oktober ternyata jauh lebih besar dari laporan awal, kini tercatat minus 173.000 dibanding estimasi sebelumnya minus 105.000.
Secara keseluruhan sepanjang 2025, kenaikan payroll rata-rata hanya 49.000 per bulan, jauh di bawah rata-rata 168.000 pada 2024, menurut BLS.
“Laporan ketenagakerjaan ini beragam, dengan sisi positif dan negatif,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, seperti dikutip CNBC. “Kita masih melihat perusahaan lambat merekrut dan juga lambat melakukan PHK. Kesimpulan utamanya adalah kabar baiknya lebih banyak daripada kabar buruk dalam laporan pekerjaan tepat waktu pertama dalam tiga bulan terakhir,” bebernya.
Laporan-laporan sebelumnya sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan federal, yang menyebabkan pengumpulan data dan publikasi laporan terhenti selama kebuntuan 43 hari.
Penciptaan lapangan kerja pada Desember dipimpin sektor restoran dan bar yang bertambah 27.000 pekerjaan, diikuti layanan kesehatan 21.000 dan bantuan sosial 17.000. Sektor ritel justru kehilangan 25.000 pekerjaan, sementara pemerintah hanya menambah 2.000 pekerjaan.
Upah per jam rata-rata naik 0,3% secara bulanan, sesuai perkiraan, namun kenaikan tahunan sebesar 3,8% lebih tinggi 0,2 poin persentase dari estimasi. Rata-rata jam kerja mingguan turun tipis menjadi 34,2 jam.
Terburuk sejak 2003
Pejabat Federal Reserve mencermati kondisi pasar tenaga kerja sebagai panduan arah kebijakan suku bunga ke depan. Kenaikan payroll tahunan sebesar 584.000 pada 2025 menjadi yang terburuk di luar periode resesi sejak 2003, menurut Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union.
“Adil untuk mengatakan bahwa 2025 adalah resesi perekrutan di Amerika Serikat. AS mengalami ledakan tanpa pekerjaan—pertumbuhan ekonomi kuat, tetapi perekrutan tidak. Ini skenario yang bagus bagi Wall Street, namun terasa tidak nyaman di Main Street,” tulis Long.
Meski ada dorongan untuk pemangkasan suku bunga tambahan di luar tiga kali pemotongan yang disetujui The Fed pada paruh akhir tahun lalu, ekonomi secara umum masih terlihat cukup solid saat tahun yang penuh gejolak berakhir.
Indikator ekonomi real-time milik Federal Reserve Atlanta menunjukkan produk domestik bruto (PDB) kuartal IV tumbuh pada laju tahunan 5,4%, setelah kuartal III mencatat pertumbuhan 4,3%.
Konsumen, yang menopang sekitar dua pertiga ekonomi AS senilai US$31 triliun, juga berbelanja besar selama musim liburan. Adobe memperkirakan belanja online naik 6,8% secara tahunan menjadi rekor US$257,8 miliar.
Pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga untuk sementara waktu setelah rangkaian pemangkasan yang dimulai September. Pemotongan berikutnya baru diperkirakan pada Juni, meski ekspektasi itu bisa berubah setelah laporan payroll ini.
Laporan ini menutup tahun yang penuh gejolak bagi BLS. Presiden Donald Trump pada Agustus lalu, marah atas laporan payroll Juli yang lemah dan revisi besar bulan-bulan sebelumnya, memecat Komisaris Erika McEntarfer dan menggantikannya dengan William J. Wiatrowski.
Baca Juga
Trump Copot Erika McEntarfer dari BLS, Pasar Khawatirkan Integritas Data Ekonomi AS
Selain itu, penutupan pemerintahan juga menimbulkan tantangan besar dalam pengumpulan data. Pasar memperkirakan laporan Januari akan memberikan gambaran pasar tenaga kerja yang lebih bersih dan stabil.

