Pasar Asia Bergerak Bervariasi, Saham SoftBank Anjlok Setelah Lepas Nvidia
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar menguat pada Rabu, setelah perdagangan di Wall Street berakhir ‘mixed’ di tengah harapan bahwa penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor akan segera berakhir. Saham berbasis kecerdasan buatan (AI) melemah.
Saham SoftBank Group jatuh lebih dari 7% setelah perusahaan Jepang tersebut mengumumkan telah menjual seluruh kepemilikannya di produsen chip asal AS, Nvidia, senilai US$5,83 miliar. Penjualan ini dilakukan seiring upaya SoftBank untuk memusatkan investasinya pada OpenAI, pengembang ChatGPT, yang disebut sebagai strategi “all in” perusahaan di bidang AI.
Baca Juga
Capai Valuasi US$5 Triliun, Nvidia Jadi Perusahaan Nomor 1 Dunia Berkat Ledakan AI
Dalam laporan keuangannya, SoftBank menyebut telah menjual 32,1 juta saham Nvidia pada Oktober, serta memangkas kepemilikan di T-Mobile, sehingga berhasil menghimpun total US$9,17 miliar.
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun 0,26%, sedangkan Topix naik 0,35%. Kospi Korea Selatan bergerak datar, sementara Kosdaq naik 0,62%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,13%.
Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan sedikit lebih tinggi di 26.865, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.696,41.
Investor di Asia akan mencermati pergerakan saham SoftBank serta sektor teknologi setelah langkah besar perusahaan Jepang tersebut menjual seluruh kepemilikan di Nvidia, di tengah strategi baru untuk meningkatkan eksposur pada perusahaan AI seperti OpenAI.
Di AS, tiga indeks utama Wall Street berakhir dengan hasil beragam. Dow Jones Industrial Average mencatat rekor penutupan baru pada Selasa dengan naik 559,33 poin (1,18%) menjadi 47.927,96, didorong pembelian saham-saham blue-chip seperti Merck, Amgen, dan Johnson & Johnson.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Cetak Rekor di Tengah Rontoknya Saham AI di Wall Street
S&P 500 naik 0,21% menjadi 6.846,61, sedangkan Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi melemah 0,25% ke 23.468,30 karena investor memindahkan dana ke saham dengan valuasi lebih rendah.

