Wall Street Rontok, Pasar Asia Pasifik Ikut Terseret
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada Rabu (5/11/2025), mengikuti penurunan di Wall Street yang tertekan oleh aksi jual pada saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga
Wall Street Rontok Dibayangi Kekhawatiran ‘Bubble’ Saham AI, Indeks Nasdaq & S&P 500 Turun Tajam
Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka turun 0,19%.
Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,25%, sementara Topix turun 0,26%. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,9%, dan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil kehilangan 0,95%.
Futures Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan sedikit lebih rendah di 25.917, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.952,4.
Penurunan ini terjadi setelah peringatan dari para CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley pada Selasa yang mengimbau investor bersiap menghadapi koreksi pasar dalam dua tahun mendatang.
“Setelah komentar dari CEO Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Capital Group bahwa pasar sudah waktunya terkoreksi, akhirnya aksi jual muncul setelah reli besar-besaran beberapa bulan terakhir,” kata Andrew Jackson, Kepala Strategi Ekuitas Jepang di Ortus Advisors, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Warning! CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley Peringatkan Risiko Koreksi di Pasar Saham AS
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 turun 1,17% dan ditutup di 6.771,55. Nasdaq Composite merosot 2,04% ke 23.348,64, sementara Dow Jones Industrial Average kehilangan 251,44 poin atau 0,53% menjadi 47.085,24.
Saham Palantir jatuh sekitar 8%, meskipun perusahaan perangkat lunak tersebut melaporkan hasil kuartal ketiga yang melampaui perkiraan Wall Street dan memberikan panduan optimistis berkat pertumbuhan bisnis AI-nya.
Kenaikan saham-saham AI selama beberapa bulan terakhir telah mendorong rasio harga terhadap laba (forward price-earnings ratio) S&P 500 ke atas level 23 — mendekati posisi tertinggi sejak tahun 2000, menurut data FactSet. Anthony Saglimbene dari Ameriprise mengatakan kepada CNBC bahwa tanpa koreksi, valuasi pasar kini mulai terlihat “terlalu tinggi.”

