Wall Street Rontok Terseret Saham Teknologi, Nasdaq Merosot Lebih dari 1%
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup melemah pada Senin waktu AS atau Selasa (25/02/2025) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq rontok dipicu penurunan saham teknologi. Pasar gagal gagal bangkit dari aksi jual tajam yang terjadi pada Jumat lalu.
Baca Juga
Wall Street Ambyar! Dow Jones Terjun Hampir 750 Poin, Terburuk Sepanjang 2025
Indeks S&P 500 turun 0,5%, ditutup di 5.983,25. Nasdaq Composite merosot 1,21%, mengakhiri sesi di 19.286,92. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan tipis 33,19 poin, atau 0,08%, menjadi 43.461,21.
Saham perusahaan teknologi utama mengalami tekanan, mendorong Nasdaq turun dan masuk ke wilayah negatif untuk tahun 2025. Saham Palantir anjlok 10,5%, menyeret indeks berbasis teknologi tersebut. Microsoft turun sekitar 1% setelah laporan analis dari TD Cowen menyebutkan bahwa perusahaan tersebut mengurangi belanja untuk pusat data, meningkatkan kekhawatiran akan kelemahan dalam sektor kecerdasan buatan (AI). Raksasa chip Nvidia melemah 3%.
Kekhawatiran atas perang dagang Presiden Donald Trump terhadap mitra dagang utama AS terus membebani sentimen pasar. Trump menyatakan bahwa tarif terhadap Kanada dan Meksiko "akan tetap berlaku" setelah batas waktu penundaan selama sebulan berakhir pekan depan.
“Gedung Putih mendapat dukungan investor selama empat minggu pertama masa jabatan, tetapi bulan madu ini mungkin akan segera berakhir,” kata Scott Helfstein, kepala strategi investasi di Global X, seperti dikutip CNBC.
Pergerakan ini mengikuti pelemahan pasar saham pekan lalu. Dow dan Nasdaq ditutup turun lebih dari 2% dalam seminggu, sementara S&P 500 kehilangan lebih dari 1%. Pada hari Jumat saja, Dow merosot lebih dari 700 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,7% dan 2,2%.
Penurunan tersebut terjadi setelah data bulan Februari meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS. Indeks manajer pembelian (PMI) menunjukkan sektor jasa AS mengalami kontraksi bulan ini, sementara indeks sentimen konsumen dari University of Michigan lebih lemah dari yang diharapkan.
Minggu ini, investor akan mencermati laporan penting terkait pendapatan perusahaan dan ekonomi. Laporan pendapatan dari Home Depot dan Lowe’s pada hari Selasa dan Rabu akan memberikan gambaran tentang kondisi konsumen AS. Laporan keuangan Nvidia pada Rabu malam bisa menjadi lebih berdampak, mengingat perusahaan chip terkait AI ini masih menjadi salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk bulan Januari akan dirilis pada hari Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed.
Baca Juga
Powell Ingatkan Target Inflasi, Harapan Pemangkasan Bunga Fed Memudar
“PCE Januari pada hari Jumat akan sangat penting bagi pasar, karena akan membantu mengonfirmasi apakah inflasi benar-benar melonjak pada awal 2025, mengingat data inflasi Januari lainnya, seperti CPI dan PPI, menunjukkan angka yang sangat tinggi,” urai Clark Bellin, presiden dan kepala investasi di Bellwether Wealth.
Namun, Bellin menambahkan, terlepas dari PCE pada hari Jumat, kemungkinan besar The Federal Reserve akan tetap menahan suku bunga setidaknya selama enam bulan ke depan.

