Wall Street Gamang Jelang Pilpres AS, Dow Jones Anjlok 250 Poin Lebih
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS merosot pada Senin waktu AS atau Selasa (5/11/2024). Para investor bersiap menghadapi pemilihan presiden AS dan potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve akhir pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 257,59 poin, atau 0,61%, ditutup di 41.794,60. S&P 500 melemah 0,28% ke 5.712,69, dan Nasdaq Composite turun 0,33% ke 18.179,98. Perdagangan berfluktuasi sepanjang hari. Dow sempat turun lebih dari 400 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq bergantian antara naik dan turun.
Baca Juga
Trump-Harris Bersaing Ketat, Kurs Rupiah Ditutup Semakin Loyo
Hasil pemilu pada Selasa diperkirakan akan berpengaruh besar pada pergerakan saham menjelang akhir tahun. Jajak pendapat terbaru dari NBC News menunjukkan persaingan ketat antara mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris.
Lauren Goodwin, ekonom dan kepala strategi pasar di New York Life Investments, mengatakan bahwa investor tampaknya sedang mencoba memprediksi sedikit perubahan dalam peluang kemenangan setiap kandidat. “Pemilu ini terlalu ketat untuk diprediksi. Saya maupun siapa pun tidak benar-benar bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Ini membuat pergerakan pasar menjadi biner,” kata Goodwin, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Trump Dinilai Unggul dalam Penanganan Ekonomi, tapi Tingkat Kesukaan pada Harris Lebih Tinggi
Dampak terhadap pasar mungkin bergantung pada partai mana yang menguasai Kongres. Perubahan legislatif besar akan sulit diwujudkan jika kendali Dewan Perwakilan dan Senat AS terpecah. Namun, jika salah satu partai mendominasi, kemungkinan besar diikuti dengan kemenangan di Gedung Putih untuk partai yang sama, yang dapat membawa rencana belanja ambisius atau perubahan besar pada pajak.
Kenaikan kecil saham Nvidia membantu menstabilkan pasar, tetapi saham ini ditutup di bawah level tertingginya selama sesi. Saham Nvidia naik sekitar 0,5% setelah S&P Dow Jones Indices mengumumkan bahwa perusahaan semikonduktor ini akan menggantikan Intel di indeks Dow yang terdiri dari 30 saham. Pergantian ini akan berlaku pada akhir pekan. Nvidia terus menguat sementara Intel tertinggal dalam persaingan kecerdasan buatan. Nvidia telah naik 174% tahun ini, sedangkan Intel kehilangan lebih dari separuh nilainya pada 2024.
Di sektor lain, saham-saham utilitas menjadi beban bagi pasar setelah regulator federal menolak permintaan Talen Energy untuk meningkatkan produksi tenaga nuklir di pembangkit di Pennsylvania guna memasok listrik ke pusat data Amazon. Saham-saham terkait bahan bakar fosil dan tenaga surya justru naik, sementara harga minyak naik 2%.
Sektor keuangan dan perawatan kesehatan juga melemah, dengan saham Goldman Sachs dan UnitedHealth Group masing-masing turun 1,5% dan 1,7%, sehingga menekan Dow.
Selain pemilu, Wall Street juga bersiap menghadapi keputusan terbaru dari Federal Reserve pada Kamis. Pedagang memperkirakan kemungkinan sebesar 98% bahwa suku bunga akan dipotong seperempat poin pada akhir pertemuan kebijakan bank sentral, menurut CME Group’s FedWatch Tool. Ini akan mengikuti pemotongan setengah poin oleh bank sentral pada September.
Baca Juga
Inflasi PCE AS Mendekati Target The Fed, Pemangkasan Suku Bunga Makin Terbuka
Pergerakan saham pada Senin bersamaan dengan lonjakan obligasi AS, menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin sedang mengurangi risiko menjelang Hari Pemilu. Obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun diperdagangkan pada tingkat hasil sekitar 4,3% pada Senin, turun dari sekitar 4,36% pada Jumat.

