Cegah Resesi, Menkeu AS Desak The Fed Lebih Agresif Turunkan Suku Bunga
Poin Penting
• Menkeu AS Scott Bessent mengatakan suku bunga tinggi membuat sektor perumahan masuk ke dalam resesi
• Menurut Bessent, Federal Reserve seharusnya menurunkan suku bunga lebih cepat
• Konsumen berpendapatan rendah paling terdampak oleh tingginya suku bunga hipotek, kata Menteri Keuangan
WASHINGTON, investortrust.id - Bagian dari ekonomi AS, khususnya sektor perumahan, mungkin sudah berada dalam resesi akibat suku bunga yang tinggi. Hal itu dikatakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Minggu (2/11/2025), mengulangi seruannya agar Federal Reserve mempercepat pemangkasan suku bunga.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Powell Ragukan Kemungkinan Pemotongan Lanjutan Akhir Tahun
“Saya pikir kondisi kita baik-baik saja, tetapi ada sektor-sektor ekonomi yang mengalami resesi. The Fed telah menyebabkan banyak masalah distribusi dengan kebijakannya,” kata Bessent dalam program “State of the Union” di CNN.
Bessent mengatakan bahwa meskipun ekonomi AS secara keseluruhan tetap solid, tingginya suku bunga hipotek masih menghambat pasar properti. Sektor perumahan, katanya, secara efektif berada dalam resesi yang paling memukul konsumen berpendapatan rendah karena mereka memiliki utang, bukan aset.
Penjualan rumah yang tertunda di Amerika Serikat stagnan pada September, menurut Asosiasi Nasional Realtor.
Bessent menggambarkan kondisi ekonomi secara keseluruhan berada dalam masa transisi.
Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu mengindikasikan bahwa bank sentral mungkin tidak akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada pertemuan Desember mendatang, yang memicu kritik tajam dari Bessent dan pejabat pemerintahan Trump lainnya.
Gubernur Federal Reserve Stephen Miran, yang sedang cuti dari jabatannya sebagai ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, mengatakan dalam wawancara dengan New York Times yang diterbitkan pada Sabtu bahwa The Fed berisiko memicu resesi jika tidak segera menurunkan suku bunga.
Miran, yang dijadwalkan kembali ke posisinya di Gedung Putih pada Januari, merupakan salah satu dari dua gubernur bank sentral yang tidak setuju dengan keputusan The Fed minggu lalu untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dan justru mengusulkan pemotongan sebesar 50 basis poin, atau 0,5 persen poin.
Baca Juga
Trump Pilih Penasihat Ekonomi Stephen Miran sebagai Pengganti Kugler di The Fed
“Jika Anda mempertahankan kebijakan yang ketat seperti ini untuk waktu yang lama, maka Anda berisiko membuat kebijakan moneter itu sendiri memicu resesi,” kata Miran dalam wawancara dengan New York Times yang dilakukan pada Jumat. “Saya tidak melihat alasan untuk mengambil risiko itu jika saya tidak khawatir tentang inflasi yang meningkat.”
Bessent sependapat, dengan mengatakan bahwa pemangkasan belanja pemerintah oleh pemerintahan Trump telah membantu menurunkan rasio defisit terhadap produk domestik bruto menjadi 5,9% dari 6,4%, yang pada gilirannya seharusnya membantu menurunkan inflasi. The Fed juga dapat membantu dengan terus menurunkan suku bunga, katanya.
“Jika kita mengontraksi belanja, maka saya pikir inflasi akan menurun. Jika inflasi menurun, maka The Fed seharusnya menurunkan suku bunga,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.

