Trump Pilih Penasihat Ekonomi Stephen Miran sebagai Pengganti Kugler di The Fed
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Donald Trump resmi mencalonkan Stephen Miran, Ketua Dewan Penasihat Ekonomi (CEA), untuk mengisi kekosongan di Dewan Gubernur The Federal Reserve, menggantikan Adriana Kugler yang mengundurkan diri. Penunjukan ini berpotensi membuka babak baru konfrontasi kebijakan moneter antara Gedung Putih dan bank sentral AS.
Baca Juga
Pertaruhan Baru Trump: Tempatkan Orang Kepercayaan di BLS dan The Fed
Trump menekankan bahwa Miran hanya akan menjabat hingga Januari 2026, menyelesaikan sisa masa jabatan Kugler, dan bukan sebagai pengganti permanen Ketua The Fed Jerome Powell. Namun, pengamat melihat penunjukan ini sebagai langkah strategis Trump untuk menanam “shadow chair” yang dapat menyuarakan pandangan Gedung Putih langsung dari dalam dewan.
“Untuk sementara, kami akan terus mencari pengganti tetap,” tulis Trump di Truth Social, mengisyaratkan bahwa calon untuk masa jabatan penuh 14 tahun di dewan bisa jadi orang lain dan Miran hanya akan menjalani peran sementara.
“Ia telah bersama saya sejak awal masa jabatan kedua saya, dan keahliannya di dunia ekonomi tak tertandingi — Ia akan menjalankan tugas dengan luar biasa,” tambah Trump.
Selain kekosongan posisi Kugler yang resmi berlaku Jumat, masa jabatan Ketua Jerome Powell akan berakhir pada Mei. Calon yang disebut-sebut untuk posisi tersebut termasuk Gubernur saat ini Christopher Waller, mantan Gubernur Kevin Warsh, dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett.
Penunjukan Miran terjadi di tengah spekulasi bahwa Trump akan mencalonkan “ketua bayangan” (shadow chair) yang perannya adalah menjadi pengganggu (gadfly) dalam dewan. Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa calon untuk kursi Kugler akan bersifat sementara, bukan sebagai pengganti tetap Powell.
Presiden terus mendorong penurunan suku bunga secara tajam. Miran merupakan kritikus masa lalu terhadap The Fed, khususnya terhadap langkah-langkah stimulus agresif selama krisis Covid.
Selain itu, ia adalah penulis Mar-A-Lago Accord, sebuah rencana kontroversial untuk mendevaluasi dolar sebagai cara mengelola defisit transaksi berjalan AS. Ia juga mengkritik keputusan mantan Menteri Keuangan Janet Yellen dalam membeli surat utang jangka pendek sebagai strategi pengelolaan utang nasional.
“Dengan memilih Miran, Trump telah membuat penunjukan sementara dan memberi dirinya waktu hingga Januari untuk mengambil keputusan utama,” tulis Marco Casiraghi, ekonom senior dan strategis di Evercore ISI, dikutip dari CNBC, Jumat (8/8/2025). “Dengan cara ini, Trump tidak mengikat tangannya, dan tetap membuka opsi untuk memilih gubernur The Fed baru dan terutama ketua The Fed yang baru,” urainya.
Miran masih memerlukan konfirmasi Senat untuk masuk ke dewan yang beranggotakan tujuh orang, sesuatu yang kemungkinan tidak akan terjadi hingga majelis tinggi bersidang kembali pada bulan September. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) penentu suku bunga — di mana Miran akan menjadi anggota tetap dengan hak suara — dijadwalkan bertemu pada 16–17 September mendatang. Pasar secara luas memperkirakan komite akan menyetujui pemotongan suku bunga pertama sejak Desember 2024.
Dengan pemungutan suara atas pencalonan yang masih beberapa minggu lagi, Ketua Komite Perbankan Senat Tim Scott (Carolina Selatan) dalam pernyataan memuji Miran sebagai “ekonom berprestasi” yang “telah berperan penting dalam memberi nasihat kebijakan ekonomi dan mendorong agenda pertumbuhan dalam perannya sebagai Ketua CEA.”
Scott, yang kerap mengkritik proyek ekspansi The Fed di dua gedungnya di Washington, menambahkan bahwa ia menantikan “untuk mendengar lebih lanjut tentang rencananya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di Federal Reserve guna memastikan lembaga ini memprioritaskan mandatnya dan menghindari politisasi.”
Sebelum menjabat di pemerintahan pertama Trump sebagai penasihat senior kebijakan ekonomi di bawah Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Miran adalah senior strategist di Hudson Bay Capital Management dan peneliti senior di Manhattan Institute for Policy Research.
Selama di Departemen Keuangan, ia memainkan peran penting dalam merancang Paycheck Protection Program setelah penutupan ekonomi akibat Covid pada 2020. Sejak saat itu, ia menyuarakan dukungan terhadap tarif resiprokal, yang digunakan Trump secara luas tahun ini dalam perang dagang global, dan juga dikenal sangat pro-kripto.
Kritis
Selain berperan dalam penetapan suku bunga, posisi gubernur Miran juga akan mencakup regulasi keuangan. Namun, peran paling menonjolnya antara konfirmasi dan Januari bisa saja sebagai penantang Powell.
Trump selama ini sangat kritis terhadap ketua bank sentral tersebut, menyebutnya dengan berbagai julukan, meminta pengunduran dirinya, bahkan sempat mempertimbangkan kemungkinan (secara hukum meragukan) untuk memecatnya. Menteri Keuangan saat ini, Scott Bessent, di masa lalu telah mengadvokasi konsep “shadow chair,” dengan alasan bahwa meski The Fed tidak memenuhi tuntutan pemerintah, posisi Powell bisa diimbangi oleh suara yang menentang di dewan — suara yang akan menyuarakan posisi Gedung Putih dalam kebijakan moneter.
Baca Juga
Tak Terpengaruh Tekanan Trump, The Fed Kembali Pertahankan Suku Bunga
Dalam pertemuan FOMC pekan lalu, dua gubernur — yakni Waller dan Michelle Bowman yang merupakan orang-orang pilihan Trump — menyatakan dissent terhadap keputusan untuk mempertahankan suku bunga. Itu adalah pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun, dua gubernur menolak keputusan suku bunga secara bersamaan.

