Wall Street Berbalik Arah, Dow Gagal Pertahankan Rekor Gara-Gara Pernyataan Powell
Poin Penting
- Dow Jones sempat mencetak rekor baru sebelum berbalik turun 74 poin setelah Powell meragukan pemangkasan lanjutan.
- Imbal hasil Treasury 10 tahun kembali naik di atas 4%, menekan saham-saham konsumen dan keuangan seperti Costco, Visa, dan Mastercard.
- Powell menyoroti perbedaan pandangan di internal The Fed antara kubu pelonggaran dan kubu anti-inflasi.
- Nvidia melonjak 3,1% hingga menembus valuasi 5 triliun dolar, menopang Nasdaq di level rekor meski Dow dan S&P 500 melemah.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS berfluktuasi pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (30/10/2025) WIB, menyikapi keputusan Federal Reserve dan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell. Indeks Dow Jones Industrial Average sempat menyentuh rekor tertinggi di awal sesi, tapi kemudian berbalik arah secara cepat setelah Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral mungkin tidak akan memangkas suku bunga lagi pada Desember 2025.
Indeks blue-chip itu ditutup turun 74,37 poin atau 0,2% ke level 47.632,00, sedangkan S&P 500 berakhir turun tipis ke 6.890,59. Indeks Nasdaq Composite justru menguat 0,55% ke rekor penutupan baru di 23.958,47, didorong oleh kenaikan saham Nvidia. Dow sempat naik hingga 334 poin, menyentuh rekor tertinggi baru sebelum akhirnya berbalik melemah.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Powell Ragukan Kemungkinan Pemotongan Lanjutan Akhir Tahun
The Fed menurunkan suku bunga pinjaman acuan semalam sebesar seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) di akhir pertemuan kebijakan dua hari, menempatkannya dalam kisaran antara 3,75% hingga 4%. Ini merupakan penurunan kedua tahun ini. Sebelum keputusan diumumkan, investor berspekulasi akan ada pemangkasan lagi sebesar seperempat poin pada pertemuan Desember.
Namun, Powell meredam ekspektasi pasar setelah mengatakan bahwa “terdapat pandangan yang sangat beragam tentang bagaimana melangkah pada Desember” selama diskusi komite kali ini. “Penurunan suku bunga kebijakan lebih lanjut pada pertemuan Desember bukanlah sesuatu yang sudah pasti. Jauh dari itu,” ujarnya.
Imbal hasil Treasury 10 tahun melonjak kembali di atas 4% setelah komentar Powell mengenai pertemuan Desember. Saham-saham yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga memimpin penurunan pasar. Saham sektor konsumen seperti Costco dan McDonald’s melemah. Visa dan Mastercard juga turun.
Secara keseluruhan, Powell menegaskan bahwa keputusan untuk Desember masih belum pasti, seraya menambahkan bahwa inflasi tidak terlalu jauh dari target The Fed.
“Powell mencerminkan ketegangan di internal The Fed antara mereka yang menginginkan pelonggaran lebih agresif dan mereka yang khawatir inflasi masih terlalu tinggi, meski pasar tenaga kerja melemah,” kata Michael Rosen, kepala investasi di Angeles Investments, seperti dikutip CNBC. “Pandangan kami, pasar terlalu agresif dalam memperkirakan laju dan besaran pemangkasan ke depan. Inflasi masih di atas target The Fed, dan kami melihat kebijakan moneter saat ini masih cukup longgar, dengan suku bunga nominal di bawah pertumbuhan nominal PDB,” urainya.
Saham teknologi besar Nvidia tetap menguat, naik 3,1%. Kapitalisasi pasar raksasa chip kecerdasan buatan itu melonjak melampaui 5 triliun dolar dalam sesi perdagangan, menjadikannya perusahaan AS pertama yang mencapai valuasi tersebut. Sahamnya mencatat kenaikan lima hari berturut-turut. Langkah ini terjadi sehari setelah perusahaan mengumumkan serangkaian kesepakatan baru, termasuk investasi senilai 1 miliar dolar di perusahaan jaringan asal Finlandia, Nokia.
Lima perusahaan lain dari kelompok “Magnificent Seven” dijadwalkan melaporkan hasil keuangan pekan ini. Mereka diperkirakan tetap meningkatkan belanja untuk membangun pusat data, namun kekecewaan dari raksasa-raksasa tersebut bisa menekan pasar yang lebih luas. Alphabet, Meta Platforms, dan Microsoft akan melaporkan setelah penutupan perdagangan Rabu, sementara Apple dan Amazon menyusul pada Kamis.
Baca Juga
AS-China Capai Konsensus Awal Soal Mineral Kritis dan Perang Tarif Jelang Pertemuan Trump-Xi
Investor juga menantikan hasil pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan, meskipun ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok tampaknya telah mereda setelah kemajuan yang dicapai akhir pekan lalu. Trump menyebut ia berencana memangkas tarif terkait fentanyl terhadap Tiongkok yang saat ini berada di level 20%.

